Kisah Pabrik Sirup Siropen Ekspor Produk hingga Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19 (2-Habis)

  • Bagikan
Siropen Water, salah satu produk Pabrik Siropen di Jalan Mliwis Nomor 5 Kota Surabaya, Kamis (01/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Siropen Water, salah satu produk Pabrik Siropen di Jalan Mliwis Nomor 5 Kota Surabaya, Kamis (01/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Pabrik Siropen merupakan pabrik sirup tertua di Kota Surabaya, bahkan pabrik pertama di Indonesia. Didirikan pada 1923 silam oleh JC Van Dongelen, pabrik ini terletak di Jalan Mliwis Nomor 5 Kota Surabaya, dekat kawasan Jembatan Merah atau sekitar 150 meter dari Polrestabes Surabaya.

Setelah menceritakan panjang lebar terkait sejarah dari Pabrik Limun dan Sirup “Telasih” ini, Unit Siropen L. M. Alfian Z. melanjutkan pemaparannya soal pengelolaan, distribusi, dan jenis varian produk dari Siropen yang sedang dikerjakan saat ini.

Pabrik Siropen di Jalan Mliwis No 5 Surabaya, Kamis (01/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Pabrik Siropen di Jalan Mliwis No 5 Surabaya, Kamis (01/07/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Mengenai varian rasa, ada beberapa yang tetap. Ada juga yang makin dikembangkan. Untuk produksinya, kami sudah menyebar di wilayah Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Tapi, ada juga yang di Jabodetabek, Bali, Kalimantan, hingga Sumatera,” tegasnya, Kamis (01/07/2021).

Di sisi lain, Alfian, sapaan akrabnya, ada 3 produk yang disediakan oleh Pabrik Siropen sekarang. Di antaranya, Siropen Water, Siropen Telasih, dan Siropen Gourmet. Untuk Siropen Water, Alfian melanjutkan, memproduksi air murni berjenis “demineral”, berbeda dengan air mineral pada umumnya.

“Perlu diketahui, kalau air demineral itu berbeda dengan air mineral. Bila air mineral, kita tidak tahu, apakah mineral yang dipakai itu mineral organik atau anorganik? Yang dikhawatirkan, bila yang dipakai mineral anorganik, lalu mineral itu tidak dibutuhkan dan sulit diserap oleh tubuh, jadi sangat berbahaya,” bebernya.

Botol sirup jenis Siropen Telasih dengan berbagai varian rasa, Kamis (01/07/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Botol sirup jenis Siropen Telasih dengan berbagai varian rasa, Kamis (01/07/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Karena kecermatan itu, Alfian menegaskan, Siropen memilih memproduksi air berjenis “demineral” yang merupakan air murni. Alfian menegaskan, jadi demineral lebih bermanfaat untuk tubuh. Nama produk air demineral tersebut, yakni “Siropen Water”.

“Kami juga ada Siropen Telasih yang merupakan sirup kelas standar serta Siropen Gourmet yaitu sirup yang dipakai untuk mencicipi cita rasa. Bila dibandingkan dengan kualitas sirup impor, Sirup Gourmet tidak kalah berkualitas,” jelasnya.

Untuk masing-masing produk itu sendiri dibanderol dengan harga Rp 27 ribu untuk Sirup Telasih, Rp 30 ribu-Rp 35 ribu untuk Sirup Premium, dan Rp 90 ribu-Rp 100 ribu untuk Sirup Gourmet. Ada yang memakai botol kaca dan botol plastik, tentu keduanya berbeda secara “taste” kemasan dan varian rasa.

Penjualan Sirup Siropen sebelum dan Saat Pandemi Covid-19

Alfian mengatakan, tentu penjualan sebelum dan saat pandemi Covid-19 memiliki perbedaan. Sebut saja, produk Siropen yang bernama Siropen Gourmet. Banyak kafe yang tutup akibat Covid-19 sehingga permintaan pembelian produk di Jabodetabek juga ada menurun.

“Untuk yang paling terasa ya produk kami yang Siropen Gourmet karena banyak kafe yang tutup di kawasan Jabodetabek, tapi pas ‘lockdown‘ kemarin agak mendingan penjualannya. Ada sekitar penurunan 5-10 persen,” terangnya.

Alfian juga menegaskan, meski dilanda pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tempo waktu, masyarakat masih memerlukan produk bahan makanan, salah satunya Sirup Siropen ini. Beruntung tetap berjalan arus penjualannya. Terlebih saat momen seperti Lebaran, penjualannya bisa meningkat.

Siropen Gourmet yang memakai botol plastik, produksi dari Pabrik Siropen, Kamis (01/07/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Siropen Gourmet yang memakai botol plastik, produksi dari Pabrik Siropen, Kamis (01/07/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Karena produk ini untuk bahan makanan dan kebutuhan manusia, tetap saja dibutuhkan walau situasi sedang pandemi Covid-19 (PSBB tempo waktu, red),” jelasnya.

Untuk produksi ekspor ke luar negeri, sudah sempat dilakukan oleh Pabrik Siropen sekitar 2017 silam, tapi ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Akibatnya, produksinya distop untuk sementara. Salah satunya seperti Siropen Water yang sempat dikirim ke Arab Saudi.

“Tahun 2017, Siropen sempat mengekspor produk. Tapi, dari beberapa pihak pengelola pengen mengubah nama ‘brand‘, tapi produksinya tetap di sini. Setelah kejadian itu, kebijakan Arab Saudi berubah, buyer pun menyerah,” terangnya.

Yang lebih banyak, Alfian menjelaskan, ada orang-orang dari luar negeri berkunjung secara rombongan dan membeli Sirup Siropen dengan jumlah yang banyak secara langsung. Lalu mereka membawa pulang produk itu ke negaranya masing-masing.

 

 

  • Bagikan