• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kilang minyak di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Lahan warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, yang terkena relokasi proyek strategis nasional Kilang Grassroot Refinery (GRR) Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Kisah Warga Terdampak Relokasi Pembangunan Kilang Minyak di Tuban Tagih Janji Pertamina

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah peribahasa yang pas untuk warga terdampak proyek strategis nasional pembangunan kilang minyak di Tuban. Sebab, setahun yang lalu ada beberapa warga desa Kabupaten Tuban yang mendadak menjadi miliarder pasca ganti rugi pembebasan lahan kilang minyak. Namun, ada sebagian warga lainnya yang justru hanya mendapatkan ganti untung kurang dari Rp1 miliar.

Seperti yang dialami warga Dusun Tadahan, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Rumah sekaligus pekarangannya harus relokasi masuk lokasi pembangunan Kilang Grassroot Refinery (GRR) Tuban. Imanul Hakim, warga yang terdampak relokasi pembangunan kilang minyak di Tuban itu menuturkan, ada 45 kepala keluarga (KK) warga Dusun Tadahan, Desa Wadung, yang mendapatkan uang ganti pembebasan dari Pertamina senilai Rp1 miliar lebih hanya beberapa orang.

You might also like

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

17/06/2026 11:17 PM
IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

17/06/2026 10:58 PM

“Kalau yang miliarder itu warga Desa Sumurgeneng dan Wadung Krajan karena banyak lahan pertaniannya yang terdampak pembebasan lahan. Kalau kami, rumah dan pekarangan saja,” kata Imanul kepada Tugu Jatim, Kamis (27/01/2022).

Kilang minyak di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Kades Wadung Kecamatan Jenu Sasmitho saat ditemui awak media di rumahnya. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dia menyebutkan, mayoritas warga Dusun Tadahan memang banyak yang tidak memiliki lahan garapan karena sudah kena duluan pembebasan lahan oleh PLTU pada 1986 silam.

“Sebagian warga yang masih muda memiliki skill bekerja di PLTU, tapi mayoritas petani,” terangnya.

Setelah adanya pembangunan kilang minyak di Tuban ini, mereka rela harus berpindah dan tidak memiliki sumber penghasilan lagi. Sebab, lahan pertanian sekarang sudah tidak ada lagi.

“Kalau saya masih ada pekerjaan, terus yang saya pikirkan itu tetangga yang dulu hanya buruh tani, sekarang lahannya sudah dijual semua,” jelasnya.

Warga lainnya bernama Suwarno juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku tidak tega melihat kondisi tersebut dan berharap pihak perusahaan menepati janjinya yang akan memperkerjakan warga terdampak, terutama yang yang direlokasi.

Bayangkan, dia mengatakan, seperti Pak Musanam tidak punya lahan pertanian lagi, dapat uang pembebasan dipakai beli tanah dan bangun rumah, uangnya sudah habis. Sementara untuk biaya hidup, dia terpaksa harus menjual hewan ternaknya karena tidak ada penghasilan tetap sejak terdampak relokasi.

“Kalau begini terus, ya habis hewan ternaknya dijual. Karena tidak ada penghasilan yang didapatkan,” ungkapnya.

Di tempat lain, Kepala Desa setempat Sasmitho saat dikonfirmasi mengatakan, ada sekitar 151 kartu keluarga (KK) dan satu rumah tempat ibadah yang terkena dampak relokasi untuk kilang minyak. Dari jumlah tersebut, hanya 20 persen yang memiliki lahan dan sisanya bangunan rumah dan pekarangan.

“Hampir rata-rata pekerjaan warga kami sebagai petani, baik punya lahan maupun buruh tani,” kata Sasmitho.

Menanggapi aksi sebelumnya, pria yang akrab dipanggil Pak Inggi Minto ini menambahkan, sebenarnya itu dipicu warga ring satu yang terdampak, tapi tidak memiliki pekerjaan. Karena lahan yang sudah dibebaskan untuk pembangunan kilang minyak.

“Ya memang kami memahami belum ada pengerjaan, tapi diperhatikanlah. Warga kami yang dulu diberikan janji, kalau tanahnya dilepas akan mendapatkan pekerjaan atau pemberdayaan. Lha mereka menagih itu,” terangnya.

Sasmitho optimistis, jika proyek pembangunan kilang minyak sudah berjalan akan bisa menyerap tenaga kerja hingga 30 ribu orang. Dan 3 ribuan pekerja sudah beroperasi.

“Ya dipersiapkan juga kompetensi dari pemuda ring satu. Seperti diberikan pelatihan sehingga saat sudah beroperasi bisa juga terserap,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada 24 Januari 2022, paguyuban pemuda enam desa ring satu melakukan aksi turun jalan di depan pintu gerbang kilang Grassroot Refinery (GRR) Pertamina Tuban. Mereka menutut agar perusahaan lebih memperhatikan warga ring yang terdampak relokasi, terkhusus masalah ketenagakerjaan.

Mereka menganggap selama ini pihak Pertamina Kilang Minyak GRR tidak melibatkan pemerintah desa ring satu dalam perekrutan tenaga kerja. Sebab, mereka yang tahu kondisi di lapangan seperti apa.

Selain itu, juga mereka menagih janji. Jika tujuan pembangunan kilang minyak akan memberi kesempatan dan mengedukasi warga terdampak dan mempertanyakan terkait masalah mempekerjakan pensiunan aparat yang notabenenya usia lanjut. Mengapa warga terdampak yang seharusnya diberdayakan malah dipersulit untuk bekerja dengan dalih pembatasan usia.

Tags: berita Tubanberita Tuban hari iniGrass Root Refinery (GRR) PT Pertaminakilang minyakKilang minyak di TubanKilang minyak TubanPertamina GRRPertamina GRR TubanPertamina RosneftWarga Ring Satu PertaminaWarga terdampak kilang minyak Tuban
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 11:17 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengklaim telah meneruskan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi #IndonesiaGawatDarurat pada 15 Juni 2026...

IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 10:58 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Mohamad Mahrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029...

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Next Post
3M Plus. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Tekan Kasus DBD, Dinkes Bojonegoro Imbau Masyarakat Terapkan 3M Plus

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID