MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) mengadakan sertifikasi fintech syariah pertama di Indonesia. FEB Unisma berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) untuk meningkatkan kompetensi digital dan sumber daya manusia (SDM) unggul bagi para lulusannya pada Senin (29/07/2024).
Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi CMA CBV CERA dalam sambutannya mengatakan peningkatan kompetensi dan SDM unggul itu penting bagi para lulusan. Dia menjelaskan, para lulusan di dunia kerja tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki sertifikasi yang diakui secara nasional maupun internasional.
“Fintech syariah jadi salah satu bidang yang berkembang dan berpotensi di Indonesia. Karena itu, kami merasa perlu membekali lulusan prodi perbankan syariah dengan sertifikasi fintech syariah. Ini langkah konkret kami untuk memastikan lulusan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Diana.

Dia juga mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara FEB Unisma dan AFSI dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi mahasiswa dan dunia pendidikan pada umumnya.
“Kami berharap sertifikasi ini memperluas kerja sama di masa depan. Kami juga berharap para lulusan dapat memanfaatkan sertifikasi ini untuk meraih kesuksesan di dunia kerja,” tutup Diana.
Sementara itu, Direktur Eksekutif AFSI Mahaning Riyana mengapresiasi atas komitmen FEB Unisma dalam meningkatkan kompetensi digital para lulusannya. Mahaning juga menyebut, FEB Unisma sebagai mitra yang paling aktif dalam kolaborasi dengan AFSI sehingga sertifikasi fintech syariah pertama di Indonesia dapat terealisasi.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen FEB Unisma yang berinovasi dan berkolaborasi dengan kami. FEB Unisma fokus untuk peningkatan kompetensi akademik hingga kemampuan praktis di dunia kerja. Sertifikasi fintech syariah ini adalah salah satu buktinya. Bahkan, ini mungkin kali pertama di dunia,” kata Mahaning.
Acara berlanjut dengan kuliah tamu yang disampaikan oleh Mahaning Riyana usai sesi pembukaan dan penyerahan sertifikat secara simbolis. Kuliah tamu kali ini bertajuk “Facing Digitalization Challenges: The Vital Role of Human Resources in Islamic Fintech” ini dihadiri oleh mahasiswa dan civitas akademika.
Mahaning menjelaskan tantangan dan peluang yang dihadapi industri fintech syariah di era digitalisasi. Dia menekankan, SDM yang unggul dan berkompeten adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tapi juga soal manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, pengembangan kompetensi SDM menjadi prioritas utama. Para lulusan dengan sertifikasi fintech syariah memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan,” jelas Mahaning.
Dia juga menambahkan, sertifikasi ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan pengakuan atas kemampuan dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh para lulusan. Sertifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari regulasi, operasional, hingga teknologi.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara peserta dan pembicara. Mahasiswa tampak antusias bertanya soal fintech syariah dan peluang karir di bidang tersebut.
Dengan digelarnya sertifikasi fintech syariah pertama di Indonesia ini, FEB Unisma menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks dan digital. Ini adalah bukti nyata bahwa FEB Unisma selalu berinovasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








