Kolaborasi sebagai Kunci Akselerasi Kebangkitan Ekonomi Kota Malang Tahun 2022

Kolaborasi sebagai Kunci Akselerasi Kebangkitan Ekonomi Kota Malang Tahun 2022

  • Bagikan
Dari kiri: Moderator Choirul Anam dan Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri.
Dari kiri: Moderator Choirul Anam dan Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. (Foto: tangkapan layar)

MALANG, Tugujatim.idPemerintah Kota Malang mengusung tema bertajuk ‘Kolaborasi, Akselerasi, dan Bangkit Bersama’ di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108. Tugu Media Group yang membawahi dua media terverifikasi Dewan Pers Tugumalang.id dan Tugujatim.id berkontribusi dengan berpegang pada semangat tersebut. Salah satu perusahaan media di Kota Dingin ini berkolaborasi dengan OJK Malang menggelar Webinar bertajuk ‘Ekonomi Kota Malang Bangkit’, Senin (4/3/2022).

Lebih dari 100 peserta hadir dalam acara yang menyasar berbagai kalangan tersebut. Baik dari perguruan tinggi, pengusaha, pendidik, pelaku usaha hingga perbankan.

Adapun para pembicara yang hadir di antaranya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mulyono mewakili Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji; Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri; Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Samsun Hadi; dan Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Dias Satria. Serta wartawan senior, Choirul Anam selaku moderator.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Samsun Hadi. (Foto : tangkapan layar)

Irham Thoriq, CEO Tugu Media Group, mengatakan bahwa pemulihan ekonomi masih menjadi persoalan yang terus disorot sejak pandemi COVID-19.

“Tema ini kami anggap masih relevan di tengah pemulihan ekonomi pandemi, karena optimisme itu terus dipupuk seiring dengan harapan agar pandemi mereda,” ujarnya.

Mulyono, mewakili Wali Kota Malang, mengatakan untuk terus tumbuh dan bangkit bersama dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai sektor sehingga ada akselerasi pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan.

Hal ini seiring dengan sejumlah indikator yang menunjukkan trend positif. Diantaranya, ekonomi Kota Malang yang sempat terkontraksi di angka -2,26 pada 2020 kini tumbuh dan melesat ke angka 4,21 persen di tahun 2021.

Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya, Dias Satria. (Foto: tangkapan layar)

Kemudian, meningkatnya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp 491 miliar (2020) ke angka Rp 603 miliar (2021), terus meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) ke angka 82,04 (2021), hadirnya mal pelayanan publik dan infrastruktur strategis, seperti Jembatan Tunggulmas, hingga Malang Creative Center (MCC).

Terlebih, kata Mulyono, jumlah wisatawan perbulan juga naik hampir 3 kali lipat dalam enam bulan terakhir sejak Juli 2021 yang hanya 34 ribu sampai Desember 2021 mencapai 122 ribu. Ditambah dengan tingkat penghunian kamar hotel yang terus naik dari 19,17 persen di Juli 2021 menjadi 55,89 persen di Desember 2021.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mulyono, mewakili Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: tangkapan layar)

“Meski 99,98 persen tamu maeih wisatawan domestik, namun ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata turut membaik. Salah satunya, seiring dengan adanya Kajoetangan Heritage yang menjadi daya tarik wisatawan,” kata dia.

Sebab itu, Pemkot Malang telah merangkum dalam lima jurus pemulihan ekonomi Pemkot Malang. Pertama, penguatan ekosistem dan pemasaran UMKM serta pasar rakyat, termasuk penguatan kapasitas SDM untuk menciptakan lapangan kerja.

Kedua, penguatan peran UMKM dalam PBJ pemerintah melalui kerjasama dna kemitraan. Ketiga, aktivasi destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf). Keempat, kemudahan berusaha dan penguatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dengan menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dan kelima, infrastruktur penunjang termasuk akses digital.

Webinar Interaktif bertajuk Ekonomi Kota Malang Bangkit dalam Rangka HUT ke-108 Kota Malang. (Foto: tangkapan layar)

“Semua di dorong bareng-bareng, agar ekonomi bangkit dan bisa memperkuat fiskal daerah. Kalau fiskal daerah kuat, maka pembangunan, pemberdyaaan, pemulihan ekonomi, bukan lagi sesuatu yang susah, karena PAD kita akan memberikan dukungan bagi pembangunan ekonomi kedepan,” jelasnya.

Sugiarto Kasmuri menambahkan, di tahun 2022, OJK turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya, mempersiapkan sektor keuangan menghadapi normalisasi kebijakan negara maju dengan menerbitkan Taksonomi Hijau Indonesia dan mendorong pendirian bursa karbon.

Termasuk, memperluas akses keuangan kepada masyarakat khususnya UMKM. OJK, imbuhnya, selalu mendorong perbankan maupun industri keuangan non bank untuk melakukan pembiayaan model kluster dalam satu ekosistem pembiayaan dan beberapa program strategis lainnya. Dengan harapan dapat mendorong pemenuhan target penyaluran kredit UMKM 30 persen di tahun 2024.

Berdasarkan outlook sektor jasa keuangan 2022, pertumbuhan kredit perbankan di Kota Malang 7,5 persen, pertumbuhan dana pihak ketiga 10 persen, penghimpunan dana di pasar modal Rp 125 triliun smapai Rp 175 triliun, pertumbuhan piutang pembiayaan 12 persen, pertumbuhan aset asuransi jiwa 4,66 persen, pertumbuhan asuransi umum dan reasuransi 3,14 persen dan pertumbuhan aset dana pensiun, 6,47 persen.

“Semua output perekonomian kita di tahun 2022 menunjukkan optimisme dan tentunya target kita di 2022 bukan target yang sulit dicapai, jika kita mau berkolaborasi, melakukan akselerasi sesuai tagline Kota Malang di tahun 2022,” tegasnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mulyono, mewakili Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: tangkapan layar)

Samsun menyampaikan, Bank Indonesia telah banyak berbuat untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya UMKM Kota Malang. Diantaranya, pembinaan on boarding UMKM, termasuk untuk rebranding dan go digital.

Jumlah merchant QRIS, sambungnya, di Kota Malang umumnya cukup tinggi sampai dengan Maret 2022 tercatat sebanyak 249.448 merchant atau tumbuh sebesar 3,69 mtm. “Di Jatim, kita hampir menyumbang hampir 20 persen untuk kontribusi merchant yang punya QRIS. Kita tahu bahwa Malang punya potensi besar sebagai salah satu kota dengan ekonomi terbesar selain Surabaya,” paparnya.

Berdasarkan score indeks ETPD, turut menunjukkan bahwa tingkat digitalisasi Kota Malang semakin meningkat dengan 89,93 persen. Terlebih, dengan pembangunan MCC yang ditargetkan akan segera selesai.

“Pemerintah daerah yang semakin digital terkait dengan pengelolaan pengeluaran pendapatan, maka pendapatannya akan semakin meningkat. Salah satunya, tentu meminimalisir kebocoran baik segi pendapat dan pengeluaran. Dengan digitalisasi akan termitigasi,” terangnya.

Terkait inflasi, pihaknya optimis mampu dimitasi dengan berbagai langkah sehingga terjaga rendah. Caranya, melalui kerjasama stakeholder antar daerah hingga inovasi dan kebijakan TPID dalam kerangka 4K. “Keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta komunikasi efektif,” tukasnya.

Sementara Dias menerangkan bahwa, ekonomi Kota malang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan kota/kabupaten lainnya di Jawa Timur. Dari -2,26 persen tahun 2020 berhasil tumbuh menjadi 4,21 persen di 2021.

Tak hanya itu, di tengah daerah lain yang masih fokus dalam percepatan pemulihan ekonomi di masa pandemi, Kota Malang justru mengakselerasi banyak mega project, khususnya infrastruktur.

“Saya melihat bahwa direction (arahan) Pemkot Malang dalam konteks ekraf ini sudah inline (selaras). Kita lihat, beberapa infrastruktur yang dibangun oleh Pemkot Malang sebenarnya arahnya adalah akselerasi pembangunan ekonomi,” jelasnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan