MOJOKERTO, Tugujatim.id – Cabai rawit menjadi komoditas paling utama terhadap penurunan indeks fluktuasi harga (IFH) di Kabupaten Mojokerto pada Mei 2025. Turunnya harga komoditas cabai rawit dipicu oleh melimpahnya pasokan di pasar.
Selain itu, ada beberapa daerah di Jawa Timur juga sedang dilanda panen raya seperti Kediri, Blitar, Malang, dan Mojokerto sendiri.
“Kondisi tersebut menyebabkan harga komoditas cabai rawit turun secara signifikan di tingkat pedagang maupun konsumen,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi pada Selasa (03/06/2025).
Baca Juga: Harga Cabai Anjlok, Kabupaten Jember Catat Deflasi Bulan Mei 2025
Data dari bappeda menyebutkan, setelah komoditas cabai rawit, penyumbang terbesar terjadinya penurunan harga rata-rata dari bulan lalu di Kabupaten Mojokerto pada Mei 2025 adalah daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, bawang merah, bensin, jeruk, telur ayam ras, wortel, dan solar.
“Komoditas yang mengalami kenaikan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu emas perhiasan, kelapa, tahu mentah, beras, tomat sayur, lipstik, tempe, buncis, tauge atau kecambah, dan kentang,” sambung Bambang.
Emas Sumbang IFH Tertinggi di Mojokerto
Sementara, komoditas penyumbang kenaikan IFH tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada Mei 2025 adalah emas perhiasan. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan yang dipicu dari kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pelemahan nilai tukar rupiah. Sebab, emas dinilai sebagai aset lindung nilai (safe haven) untuk menjaga daya beli.
Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta naiknya harga emas di pasar global akibat ketegangan geopolitik serta kondisi ekonomi yang belum stabil turut memperkuat tren kenaikan harga emas di pasar domestik.
IFH Kabupaten Mojokerto pada Mei 2025 tercatat sebesar -0,41 persen, itu menunjukkan terdapat penurunan harga komoditas secara umum. Ada 2 kelompok komoditas yang menyumbang andil terhadap deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi.
“Kemudian, 1 kelompok komoditas lainnya mengalami inflasi, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” tandas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








