TUBAN, Tugujatim.id – Aksi komplotan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) akhirnya terbongkar. Polres Tuban berhasil mengamankan dua orang pelaku bobol warung hingga gudang, sementara dua lainnya masih dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari serangkaian laporan pencurian di wilayah Tuban. Para pelaku dikenal sebagai spesialis bobol warung, rumah, hingga gudang.
“Dua tersangka yang sudah kami amankan berinisial S, 26, warga Tambakboyo; dan MN, 23, warga Semanding. Dua lainnya sudah ditetapkan sebagai DPO dan masih kami buru,” terang Dimas Robin, Jumat (26/09/2025).
Baca Juga: Pemuda Gresik Bobol Minimarket di Mojokerto Demi Rokok
Dari penyelidikan sementara, komplotan ini terlibat sedikitnya tujuh tempat kejadian perkara (TKP). Mulai dari pencurian motor di Tambakboyo, handphone di Pasar Plumpang, hingga pembobolan warung kopi di sekitar Jembatan Kepet, Semanding.
Mereka juga menyasar gudang LPG, rumah warga, hingga kafe. Barang-barang hasil curian bervariasi, mulai dari motor, laptop, televisi, hingga tabung LPG.
“Tabung LPG biasanya dijual kembali sekitar seratus ribuan per tabung,” tambah Dimas.

Barang bukti hasil kejahatan sebagian telah diamankan polisi. Bahkan, saat penangkapan di wilayah Gedungombo, Semanding, pelaku masih menguasai motor curian yang belum sempat.
Salah satu tersangka, S, diketahui merupakan residivis kasus serupa. Saat hendak ditangkap, dia bahkan mencoba melawan sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.
“Peran pelaku berbeda-beda di tiap TKP. Ada yang bertugas mengawasi, ada yang mengeksekusi, dan ada yang menggambar situasi lokasi. Semuanya bergerak berkelompok,” jelasnya.
Komplotan Beraksi dengan Sistem Hunting
Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Polisi juga membuka kemungkinan menjerat pihak lain yang diduga menjadi penadah dengan Pasal 480 KUHP.
Menurut Dimas, komplotan spesialis bobol warung hingga gudang ini menggunakan sistem hunting. Mereka berkeliling mencari sasaran, mulai dari rumah kosong, warung yang sepi, hingga kendaraan yang tidak diawasi pemiliknya.
“Karena itu, kami imbau masyarakat lebih waspada. Jangan meninggalkan rumah atau kendaraan tanpa pengawasan. Pelaku biasanya bergerak cepat ketika ada kesempatan,” pesannya.
Sementara itu, dua anggota komplotan lain yang masih buron tengah dikejar. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini karena tidak menutup kemungkinan masih ada TKP lain yang melibatkan kelompok tersebut.
“Pengembangan masih berjalan. Kami mendalami kemungkinan korban lain yang belum melapor,” pungkas Dimas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








