MALANG, Tugujatim.id – Suasana Kopi Nako di Kota Malang, Jatim, ini tampak berbeda dari kafe pada umumnya. Tidak hanya sekadar menyajikan kopi terbaik untuk pelanggan, tapi pengelola Kopi Nako Malang peduli lingkungan menjaga bumi melalui aksinya “Gerakan Daur Baur”.
Di tengah maraknya tren ngopi estetik, Kopi Nako menghadirkan cabang ke-64 di Kota Malang dengan langkah nyata untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan melalui Gerakan Daur Baur. Gerakan ini mengajak pelanggan untuk lebih peduli terhadap sampah hasil konsumsi kopi, terutama gelas dan sedotan plastik, dengan sistem daur ulang kreatif yang bernilai guna.
Baca Juga: Vibes Terbaik Pameran Seni Rupa di Kota Mojokerto, Suguhkan Isu Sosial hingga Paparan Mikroplastik
Kopi Nako Malang berupaya membangun kebiasaan sederhana namun berdampak besar melalui Daur Baur dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Setiap cabang Kopi Nako menyediakan titik pengumpulan sampah yang akan diolah kembali menjadi produk baru ramah lingkungan.
Gerakan Daur Baur Kopi Nako Malang
Kopi Nako Malang memiliki keunikan tersendiri dengan adanya Gerakan Daur Baur. Siapa sangka jika meja dan kursi yang digunakan pelanggan terbuat dari sampah plastik yang didaur ulang.
Manajer Operasional Kopi Nako Malang Ardy Samra mengatakan, terciptanya Gerakan Daur Baur merupakan bentuk tanggung jawab industri kafe terhadap banyaknya produksi sampah plastik.

“Kami kan jualan kopi ya dengan cup plastik, sampahnya banyak. Nah, salah satu cara bertanggung jawab atas sampah yang kami produksi, dibuat Gerakan Daur Baur,” kata Ardy.
Dia melanjutkan, Kopi Nako juga mengajak pelanggan untuk ikut berpartisipasi dalam Gerakan Daur Baur.
“Kami juga mengajak pelanggan untuk ikut berpartisipasi lewat kegiatan 7 sec action atau aksi 7 detik. Jadi, cup bekas si customer bisa dicuci secara mandiri lewat mesin ini, terus di-collect untuk nantinya dikirim ke pabrik daur ulang,” lanjut Ardy.

Kopi Nako telah memiliki pabrik daur ulang sendiri bernama Daur Baur Micro Factory yang terletak di Bogor. Ardy mengatakan, limbah plastik akan didaur ulang menjadi furnitur kafe dan merchandise.
“Produk yang dihasilkan itu berupa barang bernilai, seperti meja, kursi, keychain, tutup tumblr. Nah, kami biasanya sebut barangnya pakai daur baur, meja daur baur, kursi daur baur gitu,” tutur Ardy.
Selain Kopi Nako Malang, ada beberapa outlet yang memang dikonsep sebagai Kopi Nako Daur Baur sehingga seluruh furniturnya berasal dari bahan daur ulang. Ardy mengatakan, saat ini ada 5 outlet Kopi Nako Daur Baur yang telah tersebar.

“Saat ini ada 5 outlet yang dikonsep daur baur. Satu di Surabaya, 1 di Bogor, 2 di Jakarta, dan di Bali,” ujar Ardy.
Dia berharap dengan adanya Gerakan Daur Baur ini Kopi Nako dapat menjadi pioneer dan inspirasi bagi seluruh outlet F&B (Food and Beverage) untuk bertanggung jawab secara mandiri atas sampah yang diproduksi dan Kopi Nako bisa lebih dikenal melalui gerakan ini.
Review Pelanggan soal Gerakan Daur Baur
Gerakan Daur Baur ini mendapat respons positif dari pelanggan. Salah satunya Ni’ma Ulfa, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), mengatakan, program daur ulang di Kopi Nako perlu didukung.
“Program daur ulang gelas kopi di Kopi Nako adalah inisiatif yang sangat positif dan perlu didukung,” ujar Ulfa.

Dia menambahkan, program ini merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan pebisnis kopi untuk ikut menjaga lingkungan.
“Mengingat banyaknya tempat ngopi di Malang, ini termasuk langkah nyata dan penting yang dapat dilakukan oleh para pebisnis kopi untuk berkontribusi menjaga lingkungan,” kata Ulfa.
Dia juga menyampaikan harapannya agar Gerakan Daur Baur dapat berjalan konsisten ke depannya. Selain itu, pelanggan lain bernama Aditya Putra juga menyampaikan bahwa program ini bagus untuk mengurangi sampah plastik.

“Menurut saya, itu program yang bagus sih, bisa ngurangin sampah plastik yang merusak lingkungan, terus sampah cup plastik yang dibuat jadi meja atau kursi itu juga inovasi yang bagus dan bisa bermanfaat buat kafenya,” kata Aditya.
Dia juga menyampaikan harapan agar produk yang dihasilkan dari Gerakan Daur Baur dapat lebih bervariatif.
“Harapannya sih produk yang dihasilkan dari daur ulang cup plastik itu lebih bervariatif, terus inovasi kayak gini juga bisa diterapkan di kafe-kafe lain buat ngurangin limbah plastik,” ujar Aditya.
Ayo Dukung Gerakan Daur Baur

Melalui Gerakan Daur Baur, Kopi Nako membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, bahkan dari segelas kopi. Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pecinta kopi untuk lebih bijak dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup berkelanjutan. Karena itu, ayo ikut menjadi bagian dari peduli lingkungan melalui Gerakan Daur Baur Kopi Nako.
Yuk, Kepoin Kopi Nako!
Kopi Nako Malang bertempat di Jalan Sultan Agung No 4, Kota Malang. Kafe ini buka 24 jam sehingga cocok sekali untuk kalian yang ingin work from cafe atau sekadar nongkrong saja.
Untuk menemani work from cafe atau nongkrong, kafe ini menawarkan berbagai macam minuman mulai dari coffee hingga non coffee, snack, makanan berat, hingga es krim. Semua menu ditawarkan dari harga Rp10.000 hingga Rp45.000. Makin penasaran dengan gerakannya? Yuk, cobain!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang
Editor: Dwi Lindawati








