LUMAJANG, Tugujatim.id – Hanik Agustin, 25, warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jatim, ini tidak menyangka jadi korban erupsi Semeru hingga kehilangan segalanya pada Rabu (19/11/2025). Dua rumah milik keluarga besarnya hancur total, tersapu material vulkanik tanpa tersisa.
“Habis total. Tidak tersisa apa-apa,” ujar Hanik dengan nada pasrah saat ditemui Tugujatim.id di tempat pengungsian yang terletak di Kantor Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (20/11/2025).
Hanik beserta tujuh anggota keluarga lainnya terpaksa meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa saat sirene peringatan berbunyi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu cuaca mendung disertai hujan, menambah ketegangan suasana evakuasi.
“Pas ada bunyi sirene langsung lari. Saya sempat jemput anak yang sedang sekolah, lalu langsung kabur,” kenangnya.
Meski keluarga telah menyiapkan pakaian sejak seminggu sebelumnya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, mereka hanya sempat membawa satu set baju dan mengendarai satu sepeda motor untuk menyelamatkan diri.
Korban Tunggu Arahan dari Pemerintah
Setidaknya, dua rumah yang hancur total itu menampung delapan anggota keluarga. Selain bangunan, kerugian material yang dialami cukup besar. Tiga unit sepeda motor, televisi, kulkas, dan seluruh isi rumah habis tidak tersisa.
Hanik memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp200 juta, termasuk lahan pertanian milik mertuanya yang baru ditanami cabai berumur dua bulan dan pohon sengon berumur tiga tahun seluas lima patok atau sekitar 1,25 hektare.
“Sengonnya sudah tiga tahun. Cabainya baru dua bulan. Semuanya habis,” kata Hanik.
Keluarga Hanik sebenarnya telah mendapat jatah hunian tetap (huntap) di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, yang dibangun setelah erupsi tahun-tahun sebelumnya. Namun, mereka memilih tidak menempatinya karena terlalu jauh dari tempat kerja. Suami Hanik bekerja sebagai sopir, sementara mertuanya adalah petani.
“Di huntara dapat, tapi enggak ditempatin. Kerjanya di sini, jauh kalau ke sana,” jelasnya.
Untuk sementara, keluarga yang menjadi korban erupsi Semeru ini akan tetap bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu situasi aman dan mengikuti arahan pemerintah.
“Masih belum tahu rencana ke depannya. Nunggu gimana amannya dulu, nanti ngikut yang lain,” pungkas Hanik dengan penuh harap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








