Korban Ibu Dianiaya Anak Sendiri yang Viral Minta Agar Proses Hukum Dihentikan

  • Bagikan
FA (24) pelaku anak yang menganiaya ibunya sendiri setelah viral di media massa ditangkap polisi
FA (24) pelaku anak aniaya ibu sendiri setelah viral di media massa ditangkap polisi. (Foto: AZM)

MALANG – Polisi akhirnya menangkap pelaku anak yang menganiaya ibu kandung sendiri. Diketahui, FA (24) tega menganiaya ibunya sendiri saat berteduh di pos dekat Pasar Mergan Kota Malang. Kejadian yang diabadikan dalam video oleh warga itu akhirnya viral karena diunggah ke Instagram.

Kini, FA digelandang ke Mapolresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan sekaligus memberikan klarifikasi atas tindakannya yang meresahkan warga. Namun sang ibu rupanya memilih tidak ingin agar proses hukum terhadap anak kandungnya ini berlanjut.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Proyek ‘Jurrasic Park’ Taman Nasional Komodo Tuai Polemik di Media Sosial

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu menerangkan, usai ditangkap, sang ibu NH (60) tidak ingin agar proses hukum terhadap anaknya ini berlanjut hingga pengadilan.

”Ibunya tidak ingin (diproses hukum) karena masih merasa sayang dan hanya dia satu-satuanya anak yang merawatnya,” jelasnya saat konferensi pers, Senin (24/10).

Tangkapan layar viral video ibu dipukuli di Malang
Tangkapan layar viral video ibu dipukuli di Malang. (Foto: Dokumen)

FA diamankan lantaran tindakannya yang tergolong Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini viral setelah aksinya direkam warga beberapa hari lalu. FA tertangkap basah melakukan penganiayaan mulai pemukulan, menempeleng hingga mencakar ibunya.

Aksinya dilakukan usai berbelanja buah di Pasar Mergan Kota Malang. ”Saat kejadian, mereka usai berbelanja buah-buahan di Pasar Mergan Kota Malang. Ia merasa kesal karena ada permasalahan di dalam keluarganya,” terangnya.

Baca Juga: 56 Jurnalis jadi Korban Kekerasan saat Liput Demo UU Cipta Kerja

Lebih jauh, keduanya diketahui tinggal bersama di sebuah pondok yatim piatu dan dhuafa di daerah Sumpil, Kota Malang. ‘

‘Rumah aslinya di Lawang, tapi sudah dua bulan ini mereka tinggal di Pondok Yatim Piatu di daerah Sumpil itu,” terangnya.

Terkait motif tindakannya, FA mengaku baru sekali melakukan tindakan ini lantaran merasa kesal karena sang ibu tidak pernah membela dirinya. FA mengaku pernah dipukuli oleh kakak iparnya sendiri di rumahnya di daerah Lawang, Kabupaten Malang.

”Saya kecewa karena ngerasa gak dibela saat saya dihajar di rumah saya sendiri sampai babak belur sama kakak ipar saya,” akunya. (azm/gg)

  • Bagikan