JEMBER, Tugujatim.id – Korlantas Polri menerjunkan tim khusus dengan teknologi canggih untuk mengungkap penyebab kecelakaan bus yang mengangkut pegawai dan keluarga pekerja Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember di Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/09/2025).
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal SIK MH mengungkapkan, pihaknya kolaborasi dengan Polda Jawa Timur dan Polres Probolinggo untuk melengkapi olah tempat kejadian perkara (TKP) yang telah dilakukan sebelumnya.
Dia menjelaskan, tim Korlantas membawa peralatan khusus berupa Traffic Accident Analyzer (TAA) dengan teknologi tiga dimensi, radar tiga dimensi, dan drone untuk mendukung penyelidikan.
“Tim dari Korlantas membawa peralatan yaitu berupa TAA plus dengan menggunakan tiga dimensi, radar tiga dimensi dan ada juga menggunakan drone yang hasilnya nanti akan bisa membantu menguatkan bagaimana posisi awal, kemudian pada saat kejadian dan pada saat setelah kejadian,” ungkap Brigjen Pol Faizal saat mendatangi RSBS Jember, Senin (15/09/2025).
Teknologi canggih ini diharapkan dapat membantu menentukan kecepatan kendaraan saat kejadian dan mengidentifikasi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut.
Penyidik juga mengandalkan keterangan dari para korban yang telah dapat dimintai kesaksian. Brigjen Pol Faizal mengapresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan pasca kecelakaan, termasuk Jasa Raharja dan RSBS Jember.
“Keterangan dari korban inilah yang akan membuat kami lebih cepat untuk merampungkan berita acara dan melengkapi kekurangan kemarin karena sangat membutuhkan sekali keterangan dari saksi terutama saksi yang ada di dalam bus,” jelasnya.
Keterangan para saksi, khususnya yang berada di dalam bus saat kejadian, dinilai sangat penting untuk memperjelas kronologi kecelakaan dan menentukan pihak yang bersalah.
Selain olah TKP kedua yang telah dimulai pada siang hari ini, penyidik juga akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan pemeriksaan saksi ahli dari berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Hino dan Isuzu, serta pemilik perusahaan kendaraan yang disewa.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sekitar tiga hingga empat saksi. Namun, keterangan dari sopir bus belum dapat diperoleh secara maksimal karena kondisinya yang masih dirawat di rumah sakit.
“Saksi untuk yang driver kami belum bisa meminta keterangan lebih banyak karena kondisinya masih di rumah sakit dan hari ini kami lengkapi dengan saksi dari saksi ahli,” kata Brigjen Pol Faizal.
Korban Banyak, Pakai Teknologi Modern Ungkap Kebenaran
Pimpinan Korlantas berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik melalui media massa. Setelah kembali ke Jakarta, tim Ditlantas Polda Jawa Timur dan Polres Probolinggo akan menyampaikan hasil perkembangan pemeriksaan kepada wartawan.
“Kami juga berharap dari teman media bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat, kepada keluarga bagaimana perkembangan pemeriksaan kami pasca kejadian termasuk kelengkapan dari olah TKP yang kami kerjakan,” pungkasnya.
Kecelakaan bus RSBS Jember di Desa Boto ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat korban yang cukup banyak dan kompleksitas kasus yang memerlukan penanganan dengan teknologi modern untuk mengungkap kebenaran.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi pada bus rombongan tenaga kesehatan dari RS Bina Sehat (RSBS) Jember. Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/09/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tugujatim.id dari berbagai sumber, kendaraan bernomor polisi P 7221 UG yang ditumpangi rombongan wisatawan dari Gunung Bromo itu diduga rem blong. Akibatnya, bus RSBS Jember ini menghantam parit di tepi jalan. Kecelakaan ini memakan korban jiwa dan luka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








