• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Muhammad Nasruddin ikuti konferensi MUI/tugu jatim

Muhammad Nasruddin ikuti konferensi MUI. (Foto: Dokumen)

Kritik Fatwa MUI, Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Jadi Pembicara Di Konferensi MUI

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

YOGYAKARTA, Tugujatim. id– Kritik memang harus membangun agar tidak menjadi anarki. Itulah yang dilakukan oleh Muhammad Nasruddin terhadap fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Berkat kritiknya itu, salah satu member komunitas Pondok Inspirasi tersebut jadi pembicara di Konferensi MUI.

Pemikiran kritis mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Sunan Pandanaran tersebut dituangkan ke dalam makalah yang kemudian dipresentasikan dalam kegiatan Annual Conference on Fatwa Studies V yang dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan ulang tahun MUI ke-46, komisi fatwa MUI.

You might also like

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM
Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

04/06/2026 1:00 PM

Nasruddin, sapaan akrabnya, bersama kedua temannya Abdurrahman Al Chudaifi dan Siti Muliana, menyusun makalah dengan judul Fatwa Kontroversi Majelis Ulama Indonesia atas Sertifikasi Komoditas non-Pangan dan Implikasinya Terhadap Polarisasi Identitas Primordial.

Makalah tersebut mengkritik bagaimana MUI mengeluarkan fatwa sertifikasi halal bagi produk non-pangan yaitu pada salah satu merk hijab terkemuka di Indonesia. Serta, dampak yang akan ditimbulkan karena akan mengakibatkan polarisasi identitas primordial dalam masyarakat.

Menurutnya, pengeluaran labelisasi halal bagi produk non-Pangan oleh MUI memiliki dampak yang berbahaya bagi keberagaman karena akan menjadi peluang besar menjamurnya sikap keberagamaan formalis. Hal ini sedikit namun pasti akan menggeser sikap keberagamaan yang jauh dari Islam formalis.

“Apakah perlu MUI mengeluarkan sertifikasi halal pada produk non-Pangan? Keputusan ini justru bersifat problematis karena dapat memberikan peluang menuju eksklusifitas keberagaman tumbuh,” terang pemuda asal provinsi DI Yogyakarta tersebut.

Padahal, lanjut Nasruddin, MUI sebagai wujud dari ulama dengan perannya sebagai khadimul ummah diharapkan dapat lebih jeli dalam mengeluarkan fatwa untuk menjaga bangsa yang plural dari gesekan-gesekan yang membahayakan persatuan.

Meskipun topik yang diangkat cukup sensitif, tetapi setelah presentasi, Nasruddin dan tim mendapat banyak tanggapan dan pencerahan oleh perumus komisi fatwa MUI terkait asal-usul dan regulasi penetapan fatwa.

Tags: FatwahalalKritikmahasiswaMUI
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Next Post
Muhammad Farhan Azizi/tugu jatim

Menjadi Manusia Berperikemanusiaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID