KRPL Selade Berseri Pakai Pupuk Sampah Organik, Pemkot Kediri Fasilitasi Uji Lab Nutrisi - Tugujatim.id

KRPL Selade Berseri Pakai Pupuk Sampah Organik, Pemkot Kediri Fasilitasi Uji Lab Nutrisi

  • Bagikan
Hasil sayur mayur di KRPL Selade Berseri yang menggunakan pupuk sampah organik. (Foto: Pemkot Kediri) tugu jatim
Hasil sayur mayur di KRPL Selade Berseri yang menggunakan pupuk sampah organik. (Foto: Pemkot Kediri)

KEDIRI, Tugujatim.id – Berada di tanah lapang perumahan, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Selade Berseri Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman hidroponik dan sayur mayur. Dengan berfokus pada tanaman selada, kini mereka dapat menyokong kebutuhan pangan di lingkungan tersebut.

Uniknya, semua bahan nutrisi dan pupuk yang mereka gunakan berasal dari sampah organik. Terdapat drum biru untuk komposter yang nantinya tiap hari akan diisi sisa makan rumah tangga sekitar KRPL. Setelah 1 bulan, akan menghasilkan pupuk padat dan Pupuk Organik Cair (POC).

“Pupuk cair ini nantinya akan kami alirkan ke tabung hidroponik untuk nutrisi tanaman selada. Jadi kami sudah tidak pakai A B Mix. Lalu pupuk padatnya, kami taruh di polybag-polybag ini,” ujar Ketua KRPL Selade Berseri Theodora sambil menunjuk deretan tanaman sayur mayur dalam polybag.

Dora pun mengaku, selada yang ia dan anggotanya tanam cukup diminati pembeli. Mulai dari pembelian pribadi, hingga sudah memiliki langganan dari penjual geprek dan gado-gado. Bahkan sebelum pandemi, ia memasok swalayan yang ada di Nganjuk.

“Mereka bilang kalau selada disini lebih awet jika disimpan. Semisal dikeluarkan dari kulkas dan disiram air, bisa kembali segar dan gak gampang busuk. Itu juga karena kami kalau jual sekaligus dengan akarnya,” tambah Dora.

Selain itu, selada dengan POC ini menghasilkan daun yang lebih tebal, lentur, renyah, dan tidak meninggalkan rasa pahit.

Untuk harga, Dora tidak membanderol terlalu mahal dari pasaran. Karena ia dan teman-temannya ingin menarik para pembeli agar mau membeli, dan akhirnya jadi pelanggan.

Metode pembuatan POC ini pun tidak lepas dari binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri. Dora pun menuturkan, dari yang awalnya otodidak, kini KRPL yang diresmikan 2019 ini dapat lebih cepat menghasilkan tanpa harus banyak trial and error.

Melihat semangat ini, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi upaya masyarakat Kota Kediri dalam mengulik peluang yang ada di sekitar.

“Terlebih lahan di Kota Kediri tidak begitu luas. Dengan adanya KRPL ini, pengoptimalan pekarangan yang ada untuk dijadikan sumber pangan keluarga menjadi hal yang sangat baik. Terutama penggunaan pupuk dari sampah organik, ini dapat ditiru oleh KRPL lainnya,” ujar Mas Abu

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Kediri Muhammad Ridwan menyampaikan dalam tahun ini akan segera mengajukan uji lab nutrisi untuk produk dari KRPL Selade Berseri. Selain itu, KRPL ini akan di-antre-kan dalam pengajuan dana stimulant KRPL 2022 sebesar 55 juta menyusul 7 KRPL Kota Kediri yang mendapat suntikan dana pada tahun 2021.

“Dari hasil tersebut, tentunya akan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen dan juga menambah nilai jual hasil panen. Lalu metode penanaman seperti ini juga akan DKPP terapkan di KRPL Kota Kediri yang lainnya juga,” ujar Ridwan.

Di akhir, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kartini menyampaikan secara teknis dengan adanya KRPL ini banyak keuntungan yang didapatkan.

“Dari segi ekonomis, pengelola tidak perlu membeli nutrisi tambahan. Lalu mereka bisa menjual hasil panennya, yang terpenting dapat menjadi sumber pangan berkelanjutan. Kami akan melakukan pendampingan lebih intens agar KRPL terus termotivasi untuk bercocok tanam,” ujar Kartini. (*)

  • Bagikan