Kunjungi Sekolah Laksanakan PTM, Bupati Kediri Nilai Kebutuhan Guru Mendesak - Tugujatim.id

Kunjungi Sekolah Laksanakan PTM, Bupati Kediri Nilai Kebutuhan Guru Mendesak

  • Bagikan
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana ketika mengunjungi sekolah yang menerapkan PTM, Selasa (27/4/2021). (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana ketika mengunjungi sekolah yang menerapkan PTM, Selasa (27/4/2021). (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Usulan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kediri belum mendapatkan balasan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Khususnya untuk kebutuhan formasi guru di Kabupaten Kediri. Bahkan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menilai kebutuhan guru di Kabupaten Kediri sangat kurang.

Usai mengunjungi skenario pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 1 Ngadiluwih, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Bup merasa khawatir dengan banyaknya guru yang mulai pensiun. Ia memberikan ilustrasi, setiap ada pengajuan pensiun di Kabupaten Kediri, mayoritasnya ialah profesi guru. Hal itulah yang membuat Mas Bup merasa gelisah.

“Ini yang saya harapkan, nanti pembukaan CPNS ada yang mendaftar menjadi guru Saya itu kalau menandatangani surat pensiun,itu sehari misalkan mas ini ada rataa-rata dari guru. Misalkan 50 yang pensiun, 30-40 nya sendiri itu dari guru. Kalau ini terus terjadi kondisi kediri akan kekurangan tenaga pengajar,” terang Dhito, Selasa (27/4/2021).

Artinya, kata Dhito, perlu ada perhatian terhadap profesi guru di Kabupaten Kediri. Dikarenakan, banyaknya guru yang pensiun maka diperlukan segera tenaga pengajar yang siap menggantikan. Apalagi melihat tugas guru saat masa pandemi yang semakin berat.

Bupati Kediri Tak Melarang Sistem Daring

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyatakan jika kebutuhan guru di Kabupaten Kediri begitu mendesat. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyatakan jika kebutuhan guru di Kabupaten Kediri begitu mendesat. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Meskipun sudah diperbolehkan pembelajaran tatap muka atau luring, Dhito juga tidak melarang adanya sistem daring. Hal tersebut dikarenakan kondisinya yang masih kembali normal seperti semula. Ia menilai wajar apabila ada orang tua yang belum memberikan izin anak untuk ke sekolah. Tapi, lanjut Dhito, protokol kesehatan merupakan kunci dari pembelajaran baru ini.

“Kalau bisa semua siswa masuk, tapi ya ini bagian pembelajaran yag baru seperti ini. Belum ada keluhan, tapi mungkin ada beberapa orang tua murid yang tidak mengizinkan ke sekolah. Tapi saya mewajarkan hal tersebut. Penerapan prokes ketat, saya aja tadi masuk diingatkan. Artinya kalau bupatinya diingatkan, apalagi muridnya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dhito juga menerangkan setiap jam pelajaran hanya diberikan waktu 30 menit dan kapasitas muridnya hanya 50 persen dari sebelumnya, yakni 16 dari 32 murid di kelas.

“Seluruh SD sampai SMP di Kabupaten Kediri sudah mulai uji coba tatap muka. Hanya diberikan dua jam di sekolah setiap mata pelajarannya 30 menit perjam dan per kelas 16 siswa atau separo,” kata Dhito.

Terpisah, Kasubid Formasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri, Andri Sugianto sempat menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu balasan dari KemenPAN-RB terkait usulan pengajuan jumlah dan formasi CPNS dan PPPK. Lebih detail, ia menyebut ada 893 jumlah usulan PPPK untuk formasi guru di Kabupaten Kediri sejak September 2020 yang ditujukan kepada KemenPAN-RB. Ia menerangkan bahwa untuk profesi guru, tahun ini KemenPAN-RB akan memasukkan pada kategori seleksi PPPK.

“Dari KemenPAN belum terbit suratr penetapan formasi Kabupaten Kediri,” pungkasnya.

  • Bagikan