Bisnis  

Lampu Hias Buatan Difabel Pasuruan Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

UMKM Pasuruan Berdayakan Difabel

lampu hias tugu jatim
Para difabel anggota Komunitas Oemah Craf membuat lampu hias berbahan paralon. Foto: dok warga

PASURUAN, Tugujatim.id – Semangat untuk memberdayakan penyandang disabilitas ditunjukkan oleh pendiri Komunitas Oemah Craft, Mabrur (40). Bertempat di rumahnya di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Mabrur mengajari para difabel cara berwirausaha.

Pria yang juga penyandang disabilitas ini ingin merubah stigma negatif yang kerap dilabelkan pada difabel. Dia ingin difabel bisa berkarya dan hidup sukses layaknya orang normal pada umumnya . “Teman-teman kita ini sering diremehkan, bahkan kadang dianggap sebagai beban keluarga. Makanya biar derajadnya keangkat mereka harus punya karya,” kata Mabrur.

Dengan tekad kuat, dia membentuk komunitas dan mengajari para difabel dengan berbagai keterampilan bisnis. Mulai dari memprodusi cemilan kripik, membuat desain baju, hingga membuat berbagai kerajinan, seperti jam dinding pasir, lukisan pasir,  gantungan kunci, hiasan dinding dari kerang, hingga kerajinan lampu hias.

lampu hias tugu jatim
Aktifitas pembuatan kerajinan hias di basecamp Komunitas Oemah Craft, di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Foto: dok warga

Untuk kerajinan lampu hias, sudah menembus pasar nasional seperti Jawa, Lombok, Bali, Sumatera, hingga Kalimantan. Bahkan, produk lampu hias berbahan paralon ini juga sempat menarik minat pembeli dari Malaysia dan Singapura.

“Di sini sistemnya nggak ada namanya karyawan, tapi kerja bersama-sama. Kalau sudah mahir ya dipersilahkan kalau mau buat usaha sendiri,” pungkasnya.