JEMBER, Tugujatim.id – Langkah strategis yang diambil Bupati Jember, Muhammad Fawait selama krisis BBM di Jember membuahkan hasil positif. Setelah hampir lima hari Kabupaten Jember mengalami krisis BBM (Bahan Bakar Minyak) akhirnya dapat teratasi dan membuat roda perekonomian berjalan kembali.
Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait itu menyampaikan optimisme bahwa ketersediaan BBM telah menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan diproyeksikan mencapai stabilitas penuh dalam rentang 24-48 jam mendatang.
“Kondisi ketersediaan bahan bakar di wilayah kami sudah menunjukkan perkembangan menggembirakan. Kolaborasi antara eksekutif daerah dengan PT Pertamina telah memberikan hasil maksimal untuk penyelesaian masalah ini,” ungkap Gus Fawait pada Rabu (30/7/2025).
Gangguan pasokan BBM yang berlangsung dari hari Kamis sampai Senin (24–28 Juli) dipicu oleh terputusnya akses jalan raya Jember–Banyuwangi dan terjadinya kemacetan parah di rute pengganti.
Situasi ini mengakibatkan keterlambatan pendistribusian bahan bakar selama 48 jam, menciptakan barisan panjang kendaraan di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum.
Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah daerah segera meluncurkan serangkaian inisiatif darurat dan jangka panjang, meliputi: intensifikasi komunikasi dengan manajemen Pertamina termasuk permohonan penambahan alokasi BBM, peningkatan jatah harian dari semula 1.000 kiloliter menjadi 2.100 kiloliter setiap hari, diversifikasi jalur pengiriman dari Banyuwangi beralih ke Surabaya dan Malang, pengeluaran instruksi resmi mengenai penerapan kerja dari rumah dan sistem kerja fleksibel, serta implementasi pembelajaran jarak jauh.

Pengaturan arus kendaraan di lokasi SPBU melibatkan Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan aparatur tingkat kecamatan. Penyediaan bantuan air minum dan camilan untuk masyarakat yang mengantri.
“Kami memahami dampak signifikan yang dirasakan warga ekonomi menengah ke bawah, termasuk para pengendara transportasi online dan pelaku usaha mikro. Karena itu, upaya kami tidak terbatas pada normalisasi pasokan, melainkan juga memastikan roda perekonomian rakyat berputar kembali,” papar Gus Fawait.
Berdasarkan pantauan Diskominfo Jember, hingga Rabu (30/7) siang sederetan antrean di berbagai SPBU seperti di Kecamatan Kaliwates dan Tegal Besar mulai berangsur pendek. Hal tersebut menunjukan indikasi positif.
BACA JUGA: Distribusi BBM ke Jember Terganggu Akibat Kemacetan Ketapang dan Jalur Gumitir
Pemerintah daerah bersama Manajer Eksekutif Pertamina wilayah Jatimbalinus, Aji Anom Purwasakti, menyatakan keyakinan bahwa dalam kurun waktu 2–3 hari, sistem distribusi bahan bakar akan kembali berfungsi optimal.
Selain permasalahan BBM, Bupati Fawait juga mewaspadai kemungkinan terjadinya kelangkaan gas LPG dan berjanji mengawasi ketat proses distribusinya.
“Pemerintah daerah tidak akan berdiam diri. Kami akan terus bergerak bersinergi dengan berbagai stakeholder demi kesejahteraan seluruh masyarakat Jember. Itulah janji kami,” pungkas Bupati Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








