BATU, Tugujatim.id – Layanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu terhenti. Penyebabnya diduga ada konflik internal hingga membuat pencairan dana hibah tertahan.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, Pemkot Batu pada dasarnya sudah menyalurkan dana hibah. Namun, dia mengatakan, ada konflik yang membuat pencairan dana tidak bisa dilakukan.
Heli membeberkan, konflik internal ini masih kewenangan PMI Provinsi Jatim. Sebelumnya, sejumlah pengurus PMI Kota Batu mengajukan keberatan atas hasil musyawarah kota (muskot) beberapa waktu lalu.
Baca Juga: PMI Tuban Pasang Target 17 Ribu Pendonor, Begini Strateginya!
“Ada pengurus yang melapor ke PMI Provinsi Jatim dan ke kami. Laporan itu berupa pengurus PMI Kota Batu belum definitif. Mereka meminta muskot ulang. Ini yang membuat status pengurus belum sah sehingga pencairan dana hibah juga tertunda,” ungkap Heli, Selasa (05/08/2025).
Pihak PMI Provinsi Jatim, Heli mengatakan,, juga sudah beberapa kali turun ke Kota Batu untuk memfasilitasi mediasi. Namun belum ada hasil yang tercapai. Politikus Gerindra itu berharap konflik internal tersebut bisa segera selesai.
Wawali Mewanti Organisasi Sosial Tak Ganggu Layanan
Dia menekankan, PMI adalah organisasi sosial sehingga semua dinamika harus diselesaikan dengan kepala dingin.
“Ini organisasi kemanusiaan. Jangan sampai layanan jadi terganggu karena ego sektoral. Kami harap sekretariat tetap jalan. Jadi jangan ikut larut dalam konflik,” harapnya.
Diberitakan sebelumnya, layanan operasional PMI Kota Batu terpaksa ditutup hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Penutupan yang dilakukan sejak awal Agustus 2025 ini diduga karena anggaran operasional yang tidak kunjung cair sejak 6 bulanan.
Konflik ini diperjelas lewat secarik kertas berisi pengumuman yang dipasang di kaca jendela kantor PMI di Jalan Kartini, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Tertulis bahwa kegiatan pelayanan PMI Kota Batu dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








