• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa KKN UM melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Tari Topeng Ghetak di SDN Sumedangan 3 Pademawu. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Mahasiswa KKN UM melakukan Sosialisasi dan Pelatihan Tari Topeng Ghetak di SDN Sumedangan 3 Pademawu. (Foto: Dokumen)

Lestarikan Seni sejak Dini, Mahasiswa KKN UM Gelar Pelatihan Tari Topeng Ghetak

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Untuk mendedikasikan ilmunya dan melestarikan seni, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang (UM) mengajari anak-anak untuk belajar kesenian sejak dini. Dan Tari Topeng Ghetak yang menjadi kesenian yang akan diajarkan kepada mereka.

Tari Topeng Ghetak merupakan kesenian unggulan Kabupaten Pamekasan. Tarian ini menggambarkan seorang tokoh kesatria, yaitu Prabu Baladewa pada lakon topeng dhalang Madura. Tokoh ini sangat diidolakan oleh masyarakat awam Madura karena Prabu Baladewa memiliki sifat yang baik, bijaksana, adil, dan memberantas segala keangkaramurkaan.

You might also like

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM
Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

18/07/2026 5:00 PM
Salah satu mahasiswa KKN UM menjelaskan soal Tari Topeng Ghetak kepada siswa SDN Sumedangan 3 Pademawu. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Salah satu mahasiswa KKN UM menjelaskan soal Tari Topeng Ghetak kepada siswa SDN Sumedangan 3 Pademawu. (Foto: Dokumen)

Masyarakat kemudian mengekspresikannya dalam bentuk gerak yang ritmis sehingga menjadi Tari Topeng Gethak. Selain tari ini, Pamekasan memiliki banyak potensi kesenian yang sangat unik dan memiliki daya tarik tersendiri. Tapi, generasi milenial saat ini kurang melirik kesenian tradisional, termasuk soal Tari Topeng Ghetak. Mereka lebih asyik bermain handphone dan menonton budaya serta kesenian dunia luar daripada keseniannya sendiri. Masih banyak para pemuda Indonesia yang belum mengenal bahkan tidak mengetahui bahwa daerahnya memiliki kesenian yang bisa dikembangkan. Karena itu, sangat dibutuhkan pengenalan dan pelestarian kebudayaan dan kesenian sejak dini agar menumbuhkan rasa cinta dan bangga bagi pemuda bangsa Indonesia terhadap kebudayaan dan kesenian daerah.

Kesempatan pelestarian kesenian sejak dini dilakukan oleh mahasiswa KKN UM, yaitu Ali Rizal Maulidi sebagai program kerja KKN mandiri yang dibimbing oleh Bapak Andika Bagus Nur Rahma Putra sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL) dengan melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Tari Topeng Ghetak di SDN Sumedangan 3 Pademawu. Pelaksanaannya pada Sabtu dan Minggu (22-23/05/2021). Sosialisasi dan pelatihan Tari Topeng Ghetak diikuti oleh siswa kelas 3, 4, dan 5, serta beberapa guru.

Siswa SDN Sumedangan 3 Pademawu langsung praktik. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Siswa SDN Sumedangan 3 Pademawu langsung praktik. (Foto: Dokumen)

Tujuan sosialisasi dan pelatihan ini tidak lain untuk mengenalkan kesenian Tari Topeng Gethak sejak dini kepada siswa SDN Sumedangan 3 dan diharapkan siswa senang dan minat serta dapat mengembangkan bakatnya lebih lanjut dalam berkesenian. Pada pelaksanaan pelatihan Tari Topeng Gethak, para siswa sangat antusias dan aktif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang semangat untuk menjawab pertanyaan dan tidak malu untuk bertanya. Untuk menarik perhatian siswa sekolah dasar tidaklah mudah. Banyak cara dan strategi yang dilakukan mahasiswa KKN UM dalam menyampaikan materi agar siswa tetap kondusif. Salah satunya adalah dengan memberikan hadiah kepada siswa bagi yang bertanya dan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan, ternyata cara ini sangatlah manjur dan efektif.

Sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu hari pertama diawali dengan membangun motivasi siswa dan pengetahuan dasar tentang kesenian. Pemberian motivasi ini sangatlah penting untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat siswa dalam belajar Tari Topeng Gethak. Selanjutnya, pada hari kedua mahasiswa KKN UM memberikan materi praktik menari Tari Topeng Ghetak.

Pelatihan Tari Topeng Ghetak ini mendapatkan sambutan dan respons positif dari kepala sekolah dan guru di SDN Sumedangan 3 Pademawu. Bapak Jauhari sebagai Kepala SDN Sumedangan 3 berharap agar pelatihan kesenian ini ada tindak lanjut dari guru-guru SDN 3 Sumedangan. Jauhari juga mengatakan, hasil pelatihan Tari Topeng Ghetak ini akan ditampilkan pada lepas pisah sekolah SDN Sumedangan 3 Pademawu. (*)

Tags: KKN UMLestarikan kesenianPraktik kesenianSosialisasi kesenianTari Topeng Gethak
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Lapor Cak Eri.

Lapor Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga, Masalah Parkir Jadi Keluhan Terbanyak

by Dwi Linda
18/07/2026 2:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sejak diluncurkan pada pada 11 Mei 2026 lalu, antusiasme warga yang memanfaatkan hotline “Lapor Cak Eri” semakin...

Next Post
Ilustrasi ibadah haji. Kemenag RI secara resmi membatalkan pemberangkatan haji 2021 karena alasan pandemi Covid-19. (Foto: Pexels)

1.459 CJH asal Bojonegoro Batal Berangkat Haji Tahun 2021, Kemenag Bojonegoro Minta Jemaah untuk Sabar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID