JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember (Polije) menghasilkan inovasi semangka tanpa biji lewat metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Mahasiswa Polije ini berinovasi dengan semangka berjenis amara dan black sweet.
Melalui Teaching Factory, kebun inovasi Polije, sekelompok mahasiswa memanen setelah mengimplementasikan PBL ke dalam pembelajaran. Berbagai tahapan dilakukan mahasiswa Polije untuk mendapatkan produk unggulan.
Mulai dari pemilihan benih, proses penanaman, perawatan, serta proses mengawinkan bunga semangka sehingga dapat memanen yang dijadikan sebagai produk unggulan untuk dijual.
Baca Juga: 10 Mahasiswa Jember Jalur Pembibitan PKN STAN Memperoleh Nilai di Atas Rata-Rata
Pembelajaran dengan metode PBL tersebut menghasilkan dua jenis semangka amara dan black sweet. Toni Setiadi, mahasiswa Prodi D3 Manajemen Agribisnis menyatakan, semangka jenis amara memiliki karakteristik dan keunikan yaitu tidak memiliki biji.
“Selain itu, rasanya manis dan yang paling penting buahnya segar karena kami tidak menggunakan pupuk kimia. Kami menggunakan pupuk organik,” papar Toni Setiadi pada Senin (13/05/2024).
Sedangkan semangka berjenis black sweet memiliki rasa yang manis sesuai dengan namanya. Dari segi bentuk, jenis ini tidak berbentuk bulat seperti buah semangka pada umumnya, tapi berbentuk lonjong dengan warna kuning di dalamnya.
Pada proses pemanenan tahap awal mencapai berat sekitar tiga kuintal, yang dipasarkan di lingkungan kampus, online, dan di luar Polije. Dosen pendamping Linda Ekadewi mengungkap, pembelajaran berbasis masalah tersebut dilakukan dengan menggabungkan dua mata kuliah, yaitu Produksi Tanaman Hortikultural dan Manajemen Agribisnis.
Linda menjelaskan, mata kuliah Produksi Tanaman Hortikultural mengajarkan mahasiswa Polije terkait pembenihan hingga tahap terakhir yaitu pemanenan. Sedangkan mata kuliah Manajemen Agribisnis, mengajarkan mahasiswa melakukan perencanaan usaha tani, analisis, hingga pemasaran.
Dia juga berharap melalui pembelajaran PBL, mahasiswa mendapatkan pemahaman dan ilmu dalam integrasi dari dua mata kuliah. Tidak hanya itu, melalui kegiatan tersebut dapat dijadikan bekal ilmu dan memahami permasalah dari hulu ke hilir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati









Comments 1