• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)

Seniman asal Malang Cak Gik Arbanat dalam film yang dibuat mahasiswa UMM hingga meraih juara 2 dalam Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia")

Mahasiswa UMM Filmkan Kisah Seniman asal Malang Cak Gik Arbanat, Sabet Juara 2 di Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah dokumentasi yang menggambarkan kisah Sugiarto atau akrab disapa Cak Gik Arbanat, seniman asal Kota Malang yang menciptakan karya lagu anak-anak, ini difilmkan oleh tiga mahasiswa Prodi Ikom Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dari yang awalnya hanya untuk memenuhi tugas kuliah, hingga akhirnya karya mereka diganjar prestasi membanggakan dengan meraih juara 2 dalam Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta 2021 pada Jumat (18/02/2022).

Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)
Piagam penghargaan yang diperoleh mahasiswa UMM yang mengangkat kisah perjuangan maestro Cak Gik Arbanat hingga menyabet juara 2.(Foto: Tangkapan layar film “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”)

Lagu-lagu bertemakan tanah air Indonesia, lagu daerah, hingga lagu anak-anak yang diciptakan Sugiarto mampu menarik Muhammad Hudan Nur Ibad, Ilham Aditiya, dan Farhan Rifqi Zain untuk menggali lebih dalam tentang kehidupan seorang musisi yang biasa dipanggil Cak Gik Arbanat itu. Terlahir dari keluarga pemusik, Cak Gik Arbanat terus menggeluti minatnya dalam bidang bermusik terutama pada biola hingga saat ini. Mulai dari mencipta hingga mengenalkan lagu untuk anak-anak adalah suatu kegiatan yang rutin dia lakoni bersama rekan satu grup musiknya “Soegeng Rawoeh”.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)
Cak Gik saat adegan shooting bersama anak-anak dan komunitasnya “Soegeng Rawoeh”.(Foto: Tangkapan layar film “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”)

Karena itu, kisah perjuangannya ini dikemas menarik dalam sebuah film berjudul “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”. Dan ketiga mahasiswa di tingkat akhir ini pun sukses menggarap film berdurasi 12 menit, 29 detik, itu dengan penuh makna.

Selain sukses menyelesaikan tugas akhir karya non skripsi ini, mereka juga sukses membawa film tersebut menjadi juara dalam Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dari seleksi yang dilakukan berkali-kali, film ini mampu menyabet juara 2.

Sebagai sutradara dalam film yang diproduksi pada 2021 itu, Muhammad Hudan Nur Ibad mengatakan, sosok Cak Gik sudah jarang ditemui di zaman sekarang. Menurut dia, Cak Gik adalah orang yang mempunyai misi menyelamatkan generasi bangsa, terutama anak-anak, melalui lagu-lagu yang diciptakannya tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)
Cak Gik Arbanat saat adegan memainkan biolanya. (Foto: Tangkapan layar film “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”/Tugu Jatim)

“Saya dan tim belajar menjadi orang yang peduli dengan keadaan sekitar, yakni dengan melakukan hal sekecil apa pun pasti akan berdampak kepada khalayak luas,” ungkap Hudan pada Rabu (23/02/2022).

Dia mengatakan, proses produksinya dilakukan selama 4 hari itu diakui sangat menyenangkan. Dalam pembuatan filmnya dibalut dengan rasa kekeluargaan dan penuh canda tawa.

“Karena saya sebagai sutradara dituntut harus bisa membangun chemistry dengan narasumber agar saat diwawancarai tidak merasa canggung,” ujarnya.

Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)
Kisah perjuangan seniman asal Kota Malang ini juga dimuat di surat kabar. (Foto: Tangkapan layar film “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”/Tugu Jatim)

Tak sia-sia, karya itu pun mampu membuat sosok Cak Gik, ayah dari Cello, Melodi, dan Viola, ini semakin dikenal banyak orang melalui kejuaraan yang diperoleh dari Festival Dokumenter Budi Luhur Jakarta. Sosok yang memperjuangkan generasi muda agar lebih baik itu lebih dikenal khalayak luas.

“Tentunya bangga dan senang karena proses yang kami lewati membuahkan hasil yang memuaskan. Dengan terpilihnya film kami menjadi juara 2, sosok Cak Gik Arbanat akan semakin dikenal khalayak luas karena film dokumenternya telah dimuat di aplikasi Genflix. Tentunya ini dapat diakses oleh siapa pun dan jangkauannya sangat luas,” kata Hudan.

Cak Gik Arbanat. (Foto: Tangkapan layar film "Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia"/Tugu Jatim)
Cak Gik Arbanat yang tampak selalu dekat dengan anak-anak. (Foto: Tangkapan layar film “Gesekan Arbanat Ugik untuk Anak Indonesia”/Tugu Jatim)

Ungkapan senang dan bangga juga dirasakan Sugiarto, pencipta lagu “Terima Kasih Guruku”, ini berharap film tersebut ditonton banyak orang dan menjadi motivasi bagi musisi lain untuk menciptakan lagu-lagu yang bisa dinikmati anak-anak.

“Begitu dikasih kabar, saya sangat senang, sangat bangga. Dan yang paling penting adalah semoga film itu banyak yang menonton dan menginspirasi masyarakat untuk mau membuat karya atau membuat lagu yang bisa dinikmati anak-anak,” ungkap alumnus Prodi Ikom UMM ini.

Terakhir, Cak Gik berharap semoga misinya bisa disambungkan lewat film dokumenter itu untuk mengajak masyarakat mencintai lagu nasional, lagu daerah, dan lagu anak-anak sesuai dengan usianya.

Tags: Alumnus Prodi Ikom UMMBerita Kota MalangBerita mahasiswa UMMCak Gik ArbanatFestival Dokumenter Budi LuhurFestival Dokumenter Budi Luhur JakartaJakartaKota MalangLagu anak-anakLomba filmMaestroMaestro asal Kota MalangMahasiswa UMMPemenang lomba filmsenimanSeniman SugiartoUniversitas Budi Luhur JakartaUniversitas Muhammadiyah Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Ilustrasi penembakan.

Polisi Belum Temukan Pelaku Penembakan Misterius di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID