• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
ziarah kubur tugu jatim

Ilustrasi orang berziarah kubur. Foto: Lutfi Ghozali

Makna Filosofis Ziarah Kubur Selepas Salat Idulfitri

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Tradisi saat perayaan Idulfitri bisa jadi berbeda di tiap daerah. Bahkan dalam lingkup paling kecil, seperti desa. Desa satu dengan desa yang lain bisa berbeda cara merayakan momen Lebaran.

Biasanya selepas salat Idulfitri, orang-orang keluar dari rumah menuju tetangga masing-masing untuk saling meminta maaf. Namun ada pula sebuah tradisi di mana orang-orang langsung menuju makam untuk ziarah kubur setelah salat Idulfitri. Daerah yang menerapkan tradisi tersebut biasanya melaksanakan ritual saling meminta maaf dengan tetangga atau kerabat masing-masing sehari setelah salat Id.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Seperti tradisi yang ada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Selepas salat Idulfitri, warga berduyun-duyun mendatangi makam untuk berziarah kubur. Setelahnya, mereka saling meminta maaf dengan keluarga inti di rumah. Sedangkan ritual bermaafan dengan tetangga dilakukan sehari setelahnya.

Salah satu tokoh Desa Sidoharjo, Ustaz Aminuddin mengatakan bahwa tradisi tersebut sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, tradisi ziarah kubur selepas salat Id sudah dilakukan sebelum ustad Aminuddin lahir.

Menurutnya, ziarah kubur itu selain untuk mengingat kehidupan setelah kematian, juga bertujuan untuk mengirim doa kepada keluarga yang telah meninggalkan dunia.

“Ziarah kubur setelah salat Id itu sudah dilakukan sejak lama. Selain untuk mengingat kehidupan nanti (setelah kematian), juga mendoakan kepada yang sudah meninggal karena doa untuk orang meninggal itu merupakan bentuk kebaikan,” jelasnya, belum lama ini.

Dari tinjauan filosofis, ziarah kubur setelah salat Id memiliki makna mendalam. Ziarah kubur tersebut merupakan bentuk pertautan abadi antara orang yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggalkan dunia. Walau bagaimanapun, kerabat yang masih hidup tidak dapat melupakan keluarganya yang sudah berpindah alam.

Simbol pertautan tersebut terwujud dalam untaian doa yang dipanjatkan saat ziarah kubur dengan harapan semoga Tuhan YME mengampuni segala dosa dan menerima amal kebaikan orang yang sudah meninggal dunia.

Selain itu, sebelum membacakan doa, orang yang berziarah biasanya turut membersihkan makam keluarganya dengan mencabuti rumput liar di sekitar makam, membersihkan nisan dari debu, atau menyapu daun-daun kering yang berserakan di atas kuburan.

Selain makna filosofis, terdapat perputaran ekonomi yang terjadi saat ziarah kubur selepas salat Idulfitri. Banyak dijumpai para penjual bunga yang menggelar lapaknya persis setelah salat Id selesai. Para peziarah yang tak sempat membeli bunga dapat membelinya pada para penjual tersebut. Dengan demikian, terjadi perputaran roda ekonomi di sekitar makam.

Ziarah kubur juga memberi pesan bahwa sesempurna apapun kondisi seorang manusia, ia tak dapat mencegah kematian kerabatnya. Bahkan, kematian dirinya sendiri kelak. Maka, peziarah berhadapan dengan kuburan di mana terbangun kesadaran reflektif bahwa kelak ia akan terbaring tak berdaya seperti kerabatnya yang sudah meninggalkan dirinya terlebih dahulu.

Tags: berita mojokertoBerita Mojokerto hari iniKabupaten Mojokertomakna ziarah kuburZiarah kubur
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Ribuan Jemaah Salat Idulfitri 1444 H di Masjid Agung Sidoarjo

Ribuan Jemaah Salat Idulfitri 1444 H di Masjid Agung Sidoarjo

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID