MOJOKERTO, Tugujatim.id – Patung Buddha Tidur Mojokerto dimandikan, Rabu (07/05/2025). Ritual memandikan patung Buddha ini rutin dilaksanakan setiap menjelang peringatan Hari Waisak.
Kegiatan ini rutin berlangsung bukan tanpa makna. Ritual memandikan patung Buddha Tidur dengan air bercampur bunga Macan Kerah ini mengandung makna pembersihan batin manusia.
Uniknya, upacara memandikan patung di Maha Vihara Majapahit, Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto tersebut melibatkan kalangan Muslim yang tinggal di sekitar Maha Vihara Majapahit.
“Ritual pembersihan atau memandikan rupang Buddha Maha Paranibbana atau umumnya biasa disebut Patung Buddha Tidur ini adalah mana agenda rutin sebagai persiapan Waisak. Artinya mengandung makna pembersihan batin,” ungkap Upasaka Pandhita Maha Vihara Majapahit, Dharmapalo Saryono, Rabu (07/05/2025).
Sementara, tidak ada ritual tambahan pasca prosesi pembersihan patung Buddha ini. Namun, selama ritual tersebut, Saryono mengatakan bahwa pihaknya ikut memanjatkan pujian dan doa dalam hati sekaligus mengingat-ingat nilai positif dari ajaran Sang Buddha.
“Filosofi ritual ini adalah pembersihan batin umat manusia sebelum peringatan Waisak nanti,” tandasnya.
BACA JUGA: Dua Makna Relief di Bawah Patung Buddha Tidur Mojokerto
Sebagai informasi, Patung Buddha Tidur ini berada di dalam komplek Maha Vihara Majapahit. Vihara ini berlokasi di Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Patung Buddha Tidur ini didominasi dengan warna emas serta mempunyai dimensi panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Tak heran, Museum Rekor Indonesia mengganjarnya sebagai Patung Buddha Tidur Terbesar di Indonesia pada tahun 2001 silam.
Patung Buddha Tidur ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Buddha. Sebelum mendapat pencerahan hingga menjadi Buddha, sosok yang diabadikan dalam patung raksasa ini bernama Sidharta Gautama. Dia merupakan seorang pangeran dari pasangan raja Suddodhana yang beristri Dewi Maha Maya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







