MADURA, Tugujatim.id – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. Kontingen Marching Band Al-Amien Prenduan berhasil meraih Juara Umum Nasional pada ajang Gontor Marching Band Competition (GMBC) 2025 yang digelar di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, 16–18 September 2025.
Kompetisi bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor dan diikuti oleh belasan kontingen marching band dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, di antaranya Drum Battle (Preliminary dan Head to Head), Street Parade Competition, Individual Contest (Brass & Percussion), hingga Field Show.
Baca Juga: PLAN VERDE MADURA!
Dari arena kompetisi, Marching Band Al-Amien Prenduan tampil gemilang. Kontingen yang terdiri dari 65 peserta dan 11 official tersebut tidak hanya menyabet gelar juara umum, tetapi juga berhasil memborong 12 piala dari berbagai kategori.
Deretan Prestasi

Dalam ajang GMBC 2025, Marching Band Al-Amien Prenduan mencatatkan prestasi membanggakan di sejumlah kategori, yakni:
Kategori Street Parade
• Juara 2 Street Parade
• Juara 1 Best Field Commander
• Juara 1 Best Music Overall
• Juara 3 Best Visual Overall
Kategori Field Show
• Juara 2 Field Show
• Juara 2 Best Music Analysis Percussion
• Juara 2 Best Colorguard
• Juara 2 Best General Effect
• Juara 2 Best Visual
• Juara 3 Music Analysis Brass
Kategori Drum Battle
• Juara 2 Drum Battle
Dengan hasil ini, Marching Band Al-Amien Prenduan resmi membawa pulang 12 piala beserta gelar juara umum GMBC 2025.
Perjuangan Dua Minggu Persiapan
Keberhasilan ini bukanlah hasil yang instan. Pembimbing sekaligus pendamping kontingen, Ustad Najmi Faza menceritakan bagaimana para santri hanya memiliki waktu sekitar dua minggu latihan, dan dilakukan secara intensif untuk mempersiapkan diri.

“Alhamdulillah, saya merasa bangga dan bahagia. Awalnya kami hanya ingin mengambil pengalaman, apalagi ini kali pertama Al-Amien ikut kompetisi marching band antar pesantren tingkat nasional. Tapi dengan semangat dan kerja keras anak-anak, akhirnya bisa membawa pulang juara umum,” ungkapnya.

Menurut dia, dasar latihan santri sebenarnya sudah dimulai sejak persiapan Apel Tahunan Pondok pada awal 2025. Namun setelah itu, rutinitas pesantren dan ujian sempat menghentikan latihan. Baru menjelang GMBC 2025, para santri berlatih ketat dari pagi hingga malam.
“Waktu yang sangat singkat membuat anak-anak harus berlatih ekstra keras. Tapi semangat mereka luar biasa. Bahkan saat kami mengikuti perlombaan, hanya sekadar ingin mencari pengalaman. Akan tetapi Allah memberikan kami bonus besar dengan gelar juara umum,” jelas Ustad Najmi.
Tantangan Padatnya Aktivitas Pesantren
Selain waktu, tantangan berat lain adalah padatnya aktivitas di pesantren. Sebagaimana santri pada umumnya, peserta marching band tetap harus mengikuti agenda pondok yang berlangsung penuh 24 jam.
“Santri wajib mengikuti kegiatan pondok, sementara mereka juga harus latihan. Untungnya, pihak pondok memberi keringanan di sore hari untuk mempersiapkan event ini. Itu pun tetap berat karena kami para official juga punya tugas utama mengajar dan kuliah. Tapi semua itu tidak mengurangi semangat kami mendampingi para santri,” ujarnya.
Nilai Pendidikan di Balik Marching Band
Menurut Ustad Najmi, marching band bukan hanya sekadar seni musik dan formasi, tetapi juga menjadi wadah pendidikan karakter bagi santri. Ada sejumlah nilai penting yang bisa dipetik, mulai dari disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, ketekunan, hingga solidaritas.

“Latihan dengan jadwal ketat membentuk disiplin, sementara formasi mengajarkan kerja sama tim. Santri juga belajar kepemimpinan melalui struktur pelatih hingga section leader. Selain itu, mereka ditempa untuk tekun, sabar, berani tampil di depan umum, kreatif, serta mampu mengatur waktu antara sekolah, latihan, dan kegiatan pondok,” paparnya.
Dia menambahkan, marching band juga berfungsi sebagai pendidikan nonformal yang melengkapi kurikulum pesantren, sehingga mampu mencetak generasi muda yang disiplin, kompak, kreatif, berani, dan berkarakter.
Dukungan Pesantren dan Harapan ke Depan
Keberhasilan Marching Band Al-Amien Prenduan disambut antusias oleh pesantren dan lingkungan sekitar. Dukungan penuh dari pondok menjadi dorongan besar bagi para santri untuk terus berlatih dan berprestasi.
“Alhamdulillah, pondok sangat mendukung. Harapan kami, setelah sukses di GMBC 2025, anak-anak semakin semangat berlatih. Syukur-syukur tahun depan bisa melaju ke event internasional,” kata Ustad Najmi penuh optimisme.
Rombongan Marching Band Al-Amien sendiri berangkat pada 14 September dan kembali pada 20 September 2025 dengan membawa kebanggaan berupa 12 piala sekaligus gelar juara umum.
Prestasi ini menandai langkah awal yang gemilang bagi Marching Band Al-Amien Prenduan di kancah nasional. Ke depan, mereka siap mengukir sejarah baru bahkan hingga level internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








