Masjid Roboh Akibat Gempa Malang, Warga Tamanasri Terpaksa Salat Tarawih di Tenda Darurat

  • Bagikan
Masjid Raudlatul Muttaqin dirobohkan sehingga warga korban gempa Malang harus beribadah di tenda darurat. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
Masjid Raudlatul Muttaqin dirobohkan sehingga warga korban gempa Malang harus beribadah di tenda darurat. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Dampak gempa 6,1 Magnitudo yang terjadi di Malang Selatan ternyata juga berdampak serius terhadap tempat-tempat ibadah. Tak terkecuali di Masjid Raudlatul Muttaqin yang berada di Desa Tamanasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Masjid itu kini rata dengan tanah karena sudah tidak layak huni akibat gempa dan terpaksa harus dirobohkan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Untuk di Desa Tamanasri itu yang rusak ada 9 fasilitas umum, 1 masjid, dan 9 musala. Sementara untuk rumah yang rusak parah sekitar 50 unit,” terang Haji Yuznan selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raudlatul Muttaqin saat menerima bantuan material bangunan dari Tugu Media Peduli pada Selasa malam (27/04/2021).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut di Masjid Raudlatul Muttaqin. Sebab, saat itu tidak ada jamaah yang sedang beribadah.

“Untungnya waktu kejadian gempa tidak ada jamaah karena saat itu pukul 14.00. Jadi, sebagian masyarakat itu ada yang mencari rumput, berkebun, dan bekerja. Seandainya kejadian itu malam, ya banyak korban,” jelasnya.

Yuznan menceritakan jika sebenarnya Masjid Raudlatul Muttaqin tidak langsung ambruk. Tapi, saat itu kondisinya sudah tidak layak dan harus dirobohkan.

“Masjid itu tidak ambruk rata, tapi bata di dalam itu sudah habis semua dan keadaan sudah miring ke selatan. Dan selang 2 hari, ada relawan dari desa, kecamatan, dan ABRI itu terus dibongkar,” ujarnya.

CEO Tugu Media Group Irham Thoriq memberikan bantuan secara langsung bersama tim Tugu Media Peduli kepada warga Tamanasri, Kabupaten Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)
CEO Tugu Media Group Irham Thoriq memberikan bantuan secara langsung bersama tim Tugu Media Peduli kepada warga Tamanasri, Kabupaten Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

Namun, setelah dirobohkan tidak ada kejelasan dari pemerintah setempat kapan masjid tersebut akan dibangun kembali. Jadi, masyarakat berinisiatif mencari bantuan untuk mendirikan masjid mereka kembali secara mandiri.

“Untuk kejelasan mau dibantu dibangun itu belum ada, tapi banyak teman relawan yang ikut membersihkan dari NU, Banser, dan Ansor. Jadi, daripada menunggu dari pemerintah, lebih baik bangun sendiri saja karena banyak juga relawan yang datang membawa material,” bebernya.

“Harapan dari masyarakat sini karena banyak yang terdampak, ya minta kerja samanya mulai dari masyarakat, pemerintahan, dan teman-teman relawan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Yasin Arif selaku relawan Tugu Media Peduli di Ampelgading, mengatakan jika Tugu Media Group sudah mendonasikan Rp 12,5 juta untuk pembangunan Masjid Raudlatul Muttaqin dalam bentuk material bangunan.

“Bantuan dari Tugu Media itu mulai dari besi ulir ukuran 13 ada 70 lonjor, pasir 1 kubik, tripleks dan semen ada 15 sak,” ungkapnya.

Yasin juga membenarkan jika bangunan masjid sudah tidak bisa direnovasi kembali dan harus dibangun ulang. Jadi, saat ini warga yang melaksanakan ibadah harus dilakukan di tenda darurat.

“Memang bangunan masjid ini tidak bisa direnovasi, jadi memang harus direkonstruksi. Warga yang salat sekarang di tenda darurat yang didapat dari bantuan Kemensos RI,” ucapnya.

“Dan untuk pembangunan ulang masjid ini sebenarnya sudah penggalian lubang fondasi, tapi untuk peletakan batu pertama itu minggu depan. Dan diharapkan tim dari Tugu Media Peduli juga ikut andil dalam peletakan batu pertama itu,” ujarnya.

Donasi Gempa Malang yang kini perolehannya sudah tembus Rp 137 juta terinspirasi dari Dr Aqua Dwipayana. Dia yang membaca berita Gempa Malang melalui tugumalang.id dan tugujatim.id, spontan menyumbang Rp 10 juta. Donasi tersebut didapat dari hasil penjualan dua buku terbarunya yang merupakan bagian dari serial Trilogi The Power of Silaturahim yang berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Karena aksi spontanitas Dr Aqua Dwipayana inilah, manajemen Tugu Media Group langsung membuka donasi tersebut. Selain dari Dr Aqua Dwipayana, donasi juga datang dari CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat senilai Rp 25.000.000, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja yang memberi donasi Rp 15 juta, dan pengusaha asal Jogjakarta Tjia Edy Susanto yang membantu Rp 15 juta.

Ada juga Presiden Direktur PT Duta Anggada Realty Ventje Suardana yang kirim sumbangan Rp 10 juta. Lalu sumbangan dari PT DnV Internasional Makmur Gemilang Rp 7 juta. Juga dari pengusaha yang berasal dari Kediri Nanang Suswandono sebanyak Rp 5 juta.

Hingga saat ini, sudah dilaksanakan penyaluran tahap kedua bantuan oleh Tugu Media Group.

  • Bagikan