Melalui Wajah Baru LPNU, Wali Kota Kediri Ajak Kolaborasi Pulihkan Perekonomian

Melalui Wajah Baru LPNU, Wali Kota Kediri Ajak Kolaborasi Pulihkan Perekonomian

  • Bagikan
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. (Foto: Dokumen)

KEDIRI, Tugujatim.id – Tahun 2022, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar fokus pemulihan ekonomi Kota Kediri. Agar ekonomi di Kota Kediri bergerak lebih cepat dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Salah satunya dengan Wajah Baru Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).

Pasalnya, LPNU melahirkan beberapa program yang saat ini sudah berjalan. Seperti Program Go Legal Go Digital, NgaJipreneur, Business Development, dan Business Program Baitul Maal Tamwil (BMT). Diharapkan program-program tersebut dapat menciptakan wirausaha baru dan menggerakkan ekonomi digital.

Wali Kota Kediri menuturkan, LPNU dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri, KADIN dan KPwBI Kediri untuk menggerakkan perekonomian. Pemerintah Kota Kediri akan memudahkan masyarakat mengakses permodalan agar tidak terjebak pinjaman online dan rentenir. Ada pula fasilitas untuk UMKM Kota Kediri agar naik kelas melalui kurasi.

“Setelah ini kita belajar bersama untuk menggarap ekonomi digital. Sesuai arahan presiden Joko Widodo bahwa ekonomi digital harus digerakkan bersama-sama. Arahnya adalah kita fasilitasi pendaftaran perizinan usaha dan pemasaran produk melalui market place. Jangan hanya jualan di Kota Kediri saja,” terangnya, Minggu (2/1/2022).

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar (tengah), dalam acara Launching Wajah Baru LPNU Kota Kediri. (Foto: Dokumen)

Sebelumnya, wajah baru LPNU telah diluncurkan hari Selasa (27/12/2021) lalu. Ketua LPNU Kota Kediri, Nur Muhyar, mengatakan LPNU akan melaksanakan amanat musyawarah cabang (Muscab). Doa restu dan dukungan dari semua pihak diharapkan agar lebih bermanfaat dan sukses.

“Dengan dukungan dari DPMPTSP kita melakukan pendampingan mulai dari pengurusan NIB juga PIRT dan sekarang masuk pada fase sertifikasi halal. Kita juga mulai melaksanakan pendampingan terhadap diversifikasi usaha yang kita arahkan untuk Go Digital,” jelasnya.

Ada pula Ngajipreneur yang merupakan pelatihan berkelanjutan berbasis digital dengan kurikulum oleh mentor praktisi, diiringi oleh kajian kitab muamalah dan akhlak. Dalam Ngajipreneur juga dilakukan pembekalan teknis mulai teknik fotografi, packaging, copy writing, dan digital marketing, disertai pembangunan karakter Islami dari kitab kuning. Program ini mencetak pengusaha era industri 4.0 yang berkarakter dan berakhlak sempurna.

Selain itu, LPNU juga mengembangkan usaha berkolaborasi dengan entitas lain yang menghasilkan kesepakatan win win solution. LPNU juga memberikan kemudahan akses permodalan untuk UMKM.

“Bagaimana kita memberikan pendampingan dan kemudahan permodalan dari para pengusaha kita dalam bentuk BMT. Ketika ini berproses, pengusaha kecil kita yang ingin mengakses permodalan itu akan kita bantu dampingi. Kita lakukan pendampingan terkait bagaimana managerial keuangannya dan usahanya,” pungkasnya.

  • Bagikan