• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sejumlah simulasi penerapan prokes menyambut agenda PTM terbatas di SMA Negeri 3 Kota Malang. (Foto: Dokumen/SMAN 3 Kota Malang)

Sejumlah simulasi penerapan prokes menyambut agenda PTM terbatas di SMA Negeri 3 Kota Malang. (Foto: Dokumen/SMAN 3 Kota Malang)

Melihat Persiapan PTM di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19 di Kota Malang

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Rencana sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang tetap akan dilakukan. Meski situasi penyebaran Covid-19 di Kota Pendidikan ini kembali melonjak. Sejumlah skema dan simulasi terus dilakukan untuk mencari formula PTM paling aman.

Padahal, di sejumlah daerah yang punya tren sama, mulai mengkaji ulang pelaksanaan PTM karena khawatir muncul klaster penularan baru. Wali Kota Malang Sutiaji sendiri sebelumnya juga optimis PTM tetap digelar.

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

”Insyaallah tetap kita jalankan, sudah koordinasi dengan Disdik Provinsi. Yang penting kita jangan gagap dan tetap menerapkan prokes secara ketat,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Hal senada dibilang Anis Isrofin, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), bahwa rata-rata SMA negeri di Kota Malang siap menyambut kembali PTM yang rencana digelar pada 12 Juli 2021 nanti. Apalagi, hasil survei pada orang tua murid, rata-rata 75 persen memilih PTM dibanding pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sejumlah simulasi penerapan prokes menyambut agenda PTM terbatas di SMA Negeri 3 Kota Malang. (Foto: Dokumen/SMAN 3 Kota Malang)
Sejumlah simulasi penerapan prokes menyambut agenda PTM terbatas di SMA Negeri 3 Kota Malang. (Foto: Dokumen/SMAN 3 Kota Malang)

Meski begitu, jadi tidaknya PTM ini tergantung pada nota tertulis dari cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kota Malang dan Batu. Juga persetujuan dari Ketua Satgad Covid-19 dalam hal ini Wali Kota Malang.

”Terlepas jadi tidaknya nanti, dari sekolah-sekolah negeri di Kota Malang telah siap baik secara sarana prasarana, skema PTM terbatas hingga tim Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah,” tutur Anis dihubungi, Jumat (25/6/2021).

Secara teknis, standar pembatasan aktivitas di sekolah tiap harinya hanya akan dibatasi 25-50 persen. Lalu, segala sarana prasarana prokes seperti tempat cuci tangan, masker, faceshield juga harus disiapkan.

Terpenting, harus juga dibentuk tim Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah, terdiri dari guru hingga siswa. Keberadaan mereka jadi pilar penting dalam penerapan prokes ini. ”Disamping itu, juga harus rutin sterilisasi atau penyemprotan seminggu sekali,” paparnya.

Sejauh ini, simulasi PTM terbatas ini juga sudah dilakukan secara bertahap. Mulai pembatasan 25 persen, 35 persen hingga 50 persen. Dengan begitu, pelaksanaan PTM dengan melihat situasi kasus yang fluktuatif ini tidak terkaget-kaget.

”Jadi sudah bisa menyesuaikan, simulasi emua tingkat sudah kita coba. Jadi kalo tren kasusnya naik, kita batasi 25 persen, tapi kalau landai ya kita naikkan jadi 50 persen,” jelas Kepala Sekolah SMAN 8 Malang ini.

Terpenting dari itu semua, persetujuan orang tua adalah yang utama. Jika memang orang tua tidak berkenan, maka siswa tidak boleh dipaksa masuk. ”Lagipula, sistem PJJ masing-masing sekolah juga sudah siap,” imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah persiapan skema PTM di SMAN se-Kota Malang juga rupanya dimaksimalkan. Seperti di SMAN 3 Kota Malang misalnya yang juga nanti akan melaksanakan PTM terbatas hanya 50 persen dari total kapasitas.

SMAN 3 Malang Batasi 18 Siswa di Tiap Kelas per Hari

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Malang, Any Herawaty. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Malang, Any Herawaty. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)

Dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 3 Kota Malang, Any Herawaty, jika jadi, mungkin nanti di tiap kelas hanya akan diisi 16-18 siswa saja. Giliran siswa untuk belajar di sekolah akan menggunakan sistem ganjil genap.

”Jadi misal hari ini yang masuk nomer absen genap, besoknya baru gantian yang masuk nomor absen ganjil. Gantian. Siswa lainnya, tetap sekolah dari rumah. Jadi sistem di kita lebih ke hibrid,” ungkapnya.

Ketetapan PTM ini, lanjut Any juga didasarkan atas persetujuan orang tua. Di SMAN 3, rata-rata 75 persen orang tua juga setuju agar PTM tetap digelar. Rata-rata alasannya karena anak memang seringkali tidak maksimal dalam menyerap pelajaran dari rumah.

”Ada yang orang tuanya kerja. Lalu kemauan siswa sendiri untuk belajar di rumah tanpa pengawasan juga masih kurang. Sosialisasi soal kesiapan sekolah menghadapi PTM terhadap wali murid juga sudah dilakukan,” terangnya.

Selain itu, rata-rata wali murid juga mengeluh selalu terkendala jaringan. Bahkan ada yang tidak punya perangkat gawai. Sejumlah kendala ini pun juga sudah diantisipasi dengan fasilitas gawai yang bisa dipinjam di sekolah.

”Kami ada sekitar 310 gawai yang bisa dipinjam. Kita sangat terbuka untuk siswa bisa mengakses segala fasilitas di sekolah,” jawabnya sembari menunjukkan koleksi gawai milik sekolah.

Terlepas dari dilaksanakannya PTM ini, pihaknya tetap mengimbau agar komunikasi antara orang tua dan anak harus terjalin dengan baik. Jika memang si anak sakit, hendaknya dilarang pergi ke sekolah.

”Baik dari wali murid dan anak meski di luar sekolah tetap harus disiplim menerapkan prokes. Harapannya ya agar jangan sampai ada klaster sekolah. Semua harus waspada demi keselamatan dan keamanan semua,” pungkasnya.

Tags: berita malangKota MalangMalangpembelajaran tatap mukasekolah tatap muka
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, SIK MH didampingi Kasatresnarkoba Kompol Daniel Marunduri SIK MH menjelaskan penangkapan terhadap tersangka pengedar narkoba, Jumat (25/06/2021). (Foto: Polrestabes Surabaya)

20,5 Kg Sabu Siap Edar Diamankan Polrestabes Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID