Membanggakan, Member Pondasi Gagas Smart Farming Berbasis Internet of Things

Membanggakan, Member Pondasi Gagas Smart Farming Berbasis Internet of Things

  • Bagikan
Roprop Latiefatul M, penggagas ide smart farming berbasis IoT/tugu jatim
Roprop Latiefatul M, penggagas ide smart farming berbasis IoT. (Foto: Dokumen M. Rahman)

Tugujatim.id – Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Menjadi petani tidak mudah, sering kali menghadapi permasalahan. Salah satu permasalahan yang sering dialami adalah gagal panen.

Melihat persoalan ini, Roprop Latiefatul Millah, salah satu member Pondok Inspirasi (Pondasi) berhasil membuat konsep mengurangi resiko gagal panen. Dia bersama temannya, M. Ilham Fadhlurrahman berhasil membuat sistem smart farming yang dikolaborasikan dengan sistem Internet of Things (IoT).

Suatu konsep yang terbilang brilian sekaligus membawa dia dan rekannya berhasil meraih juara 2 dalam lomba Idea Pitching Competition yang diadakan oleh IPB University. Ajang ini berkolaborasi dengan Villanova University di salah satu rangkaian Summer Course TIN 2021.

Mahasiswa program studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut mengangkat judul paper “AGRO IT” (Agro Innovation and Technology).

Paper tersebut membahas penerapan sistem smart farming untuk mengurangi kegagalan panen yang dialami petani yang dikolaborasikan dengan sistem Internet of Things. Konsep ini bisa dibilang semacam pengabdian masyarakat, karena memang targetnya adalah masyarkat. Sementara mahasiswa berperan sebagai akselerator.

Dalam suatu kesempatan, Roprop menceritakan kisah perjuangan mewujud paper smart farming tersebut. Dia merasa apa yang dilakukan sangat menyenangkan walaupun memang juga banyak tantangan yang dialaminya.

“Sebenarnya perjuangannya cukup menyenangkan dan banyak sekali suka dukanya. Rekan saya, M. Ilham Fadhlurrahman, merupakan teman sejak sebelum masuk universitas. Kami dipertemukan lewat grup pejuang PTN. Awal memulai project dari brainstorming ide, hingga penulisan paper. Sulitnya mencari jadwal untuk sekedar meeting dikarenakan kesibukan di organisasi, kendala sinyal, hingga sakit dalam beberapa hari terakhir sebelum final,” paparnya.

Roprop dan rekannya berhasil masuk final bersama 30 tim lainnya dari 34 universitas dari 11 negara. Dalam penulisan maupun presentasinya menggunakan ful bahasa Inggris. Juri pada perlombaan ini memiliki latar belakang Teknologi Industri Pertanian dari luar negeri yang rata rata bergelar Profesor.

“Namun alhamdulillah, karena kami menikmati semua prosesnya, atas doa dan dukungan semua pihak, kami bisa melewati ini dengan baik,” tambahnya.

Harapannya, project ini bisa terus dikembangkan dan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak lainnya terutama untuk Research Grants yang sangat besar.

“Lebih dari itu, berproses di tengah segala keterbatasan akan tetap berjalan dengan baik dengan kerjasama dan komitmen satu sama lainnya,” ujarnya.

Dia mengatakan akan terus berkarya sesuai dengan passion agar tidak merasa menjadi beban. Semangat dan yang terpenting tidak lupa berdoa. Menebar manfaat dengan apa yang bisa dilakukan sesuai potensi masing-masing dan menginspirasi dengan prestasi sampai suatu saat nanti bisa membuat Indonesia bangga dengan caranya.

Perlu diketahui, tak hanya prestasi ini yang telah ditorehkan Roprop alam dunia kepenulisan pada masa pandemi ini. Ada prestasi lain dari tingkat nasional maupun internasional telah ia raih di antaranya peraih Gold Medals dalam event International Invention Competition for Young Muslim Scientist 2021 dan meraih Silver Awards BUCA Special Awards dan pada Malaysia Young Scientist Conference and Exhibition 2021, menjadi presenter konferensi Internasional pada kegiatan International Conference on Mathematics and Science Education.

  • Bagikan