Memperingati Bulan Maria, 3 Gua di Jawa Timur Ini Mencuri Perhatian Umat Kristiani!

  • Bagikan
Ilustrasi Gua Maria. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)
Ilustrasi Gua Maria. (Foto: Pinterest/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Umat Kristiani memiliki tradisi khusus untuk menghormati Bunda Maria. Karena itulah, bulan Mei dijadikan sebagai Bulan Maria, di mana umat Katolik bisa berdevosi. Dilansir dari Katolisitas.org, devosi merupakan praktik eksternal (doa-doa, lagu pujian, dan lain-lain) yang ditujukan kepada Tuhan atau orang kudus lainnya.

Istilah Bulan Maria sendiri sudah ada sejak abad ke-13. Dan bulan Mei dianggap sebagai bulan yang spesial karena di negara empat musim dianggap permulaan musim semi. Semua bunga bermekaran. Bunda Maria pun dianggap sebagai awal “kehidupan”, sama halnya dengan musim semi yang merupakan awal kehidupan dari semua makhluk.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Di manakah Anda bisa melakukan devosi? Di mana pun bisa! Namun, apa salahnya untuk mencoba berdevosi di Gua Maria agar terasa lebih sakral dan khidmat. Berikut ini Tugu Jatim merekomendasikan 3 Gua Maria di Jawa Timur yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga:

1. Gua Maria Lourdes Pohsarang, Kediri

Gua Maria ini terletak di kompleks Gereja Pohsarang, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Nuansa Jawa sangat terlihat pada bangunan-bangunan yang ada di sana. Meski selalu dipenuhi pengunjung, suasana di Gua Maria ini sangat tenang dan sejuk.

Suasana seperti ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bermeditasi dan berdevosi. Selain itu, Anda juga bisa merasakan tradisi Jawa dengan mengikuti perayaan ekaristi di gereja ini. Pada jam-jam tertentu, misa akan diadakan dalam bahasa Jawa.

2. Pertapaan Karmel Ngadireso, Kabupaten Malang

Ketika mengunjungi pertapaan ini, Anda akan merasakan udara yang sangat sejuk dan tenteram khas dataran tinggi. Berlokasi di Desa Ngadireso, Tumpang, Kabupaten Malang, pertapaan ini sangat cocok digunakan untuk mediasi dan berdoa.

Belum banyak orang yang mengunjungi pertapaan ini secara mandiri. Mungkin karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kota. Namun, pertapaan yang umurnya lebih dari 40 tahun ini dijamin memberikan ketenangan hati bagi para pengunjung.

3. Gua Maria Waluyaning Tiyang Sakit, Banyuwangi

Gua ini juga dikenal dengan nama Gua Maria Jatiningrum. Tidak hanya menjadi tempat yang tepat untuk berdevosi, orang yang berkunjung ke Gua Maria ini mengharapkan kesembuhan. Di samping Gua Maria, ada sumur yang diyakini berisi air suci.

Berbagai cerita dari masyarakat pun beredar luas tentang khasiat dari air suci di tempat ini. Para pengunjung boleh menggunakan air suci tersebut untuk cuci muka, mandi, bahkan membawanya pulang sebagai “oleh-oleh”.

Itulah 3 Gua Maria yang bisa Anda gunakan sebagai panduan jika ingin melakukan wisata rohani. Namun, di tengah pandemi Covid-19, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes), ya!

  • Bagikan