BOJONEGORO, Tugujatim.id – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) menyebut desa memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Salah satu upaya dalam meningkatkan pembangunan desa adalah melalui program SDGs Desa.
SDGs (Suistanable Development Goals) Desa merupakan program baru dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dengan tujuan pengumpulan serta pemutakhiran data.
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar mengatakan, dalam hal ini Bojonegoro termasuk cukup cepat dalam penyelesaian SDGs Desa. Terhitung per 30 Mei 2021 pukul 02.00 WIB, Bojonegoro menempati urutan kedua se-Jawa Timur dengan persentase 76,17%. Dari 1.301.635 jumlah penduduk, Kabupaten Bojonegoro telah menyelesaikan sejumlah 991.449 penduduk.
“Dengan adanya SDGs Desa kita memiliki data yang akurat, data yang lengkap, dan data yang terus terbarukan. Maka perencanaan pembangunan di desa pasti bertumpu pada permasalahan yang dihadapi oleh warga masyarakat,” kata Abdul Halim Iskandar saat kunjungan kerja ke Wisata Tebing Gupit, Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (05/06/2021) sore.
“Misalnya setelah pendataan kita baru sadar kalau data kemiskinan tinggi, nah bagaimana kemudian dana desa mendongkrak upaya kemiskinan,” lanjut Gus Menteri, sapaan akrabnya.
Menurutnya, jika perputaran uang desa dimanfaatkan secara maksimal, dana desa diperuntukan kepada kebutuhan masyarakat, maka perputaran uang di desa akan cukup efektif dan maksimal.
“kalau desa-desa di Bojonegoro perputaran uangnya bagus semua, disitulah perumbuhan ekonomi Bojonegoro pasti akan surplus,” tutur Gus Menteri.
Kemudian jika kabupaten-kabupaten di Jawa Timur memiliki pumbuhan ekonomi surplus, maka bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur surplus juga. Dan satu-satunya kunci pemulihan ekonomi naisonal di Desa adalah BUMDes, dan unit usaha BUMDes yang paling favorit adalah desa wisata.
“Jika provinsi di Indonesia ditopang oleh BUMDes dan kemudian surplus, maka ekonomi nasional akan surplus,” katanya.







