Menelisik Sosok Sunan Bejagung Lor, Penyebar Ajaran Agama Islam Kali Pertama di Kabupaten Tuban - Tugujatim.id

Menelisik Sosok Sunan Bejagung Lor, Penyebar Ajaran Agama Islam Kali Pertama di Kabupaten Tuban

  • Bagikan
Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Gapura depan pertama, pintu gerbang masuk kompleks Makam Sunan Bejagung Lor di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Kabupaten Tuban sering kali dijuluki sebagai Bumi Wali. Hal ini tak lepas dari banyaknya makam tokoh penyebar ajaran agama Islam di Kabupaten Tuban. Salah satunya makam Sayyid Abdullah Asy’ary atau sering dikenal Sunan Bejagung Lor.

Meski tak masuk dalam daftar wali sanga, Sunan Bejagung Lor yang merupakan adik dari Sayyid Maulana Ibrahim, ayah Sunan Ampel, adalah penyebar ajaran agama Islam pertama di wilayah ujung barat Jawa Timur ini.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Gapura padurasa peninggalan sejarah yang masih kokoh berdiri.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Letak makam Sunan Bejagung Lor di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban, sekitar 4 kilometer dari pusat pemerintahan. Dia dikenal sebagai penyebar agama Islam generasi pertama di Kabupaten Tuban bersama kakaknya Sayyid Maulana Ibrahim atau sering dikenal Mbah Asmoroqondi.

“Kalau boleh dibilang, Mbah Abdullah Asy’ary kali pertama babat alas penyebar agama Islam di sini,” ujar Darmawan, juru kunci Makam Sunan Bejagung Lor, beberapa waktu lalu.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Bangunan Pendapa Penandzaran yang masih dipertahankan keasliannya.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, Sunan Bejagung dulu sering dipanggil Mbah Modin Asy’ary Bejagung karena dia berasal dari Arab. Bersama ayahnya, dia datang ke Pulau Jawa dan menyebarkan agama Islam kali pertama, khususnya di Kerajaan Majapahit.

“Dulu ajaran Islam diterima dengan senang hati tanpa paksaan. Dan berdakwahnya mengikuti tren waktu itu yang dimodifikasi sehingga bisa mencerminkan nilai keislamannya,” tambahnya.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Pintu gerbang yang akan masuk ke cungkup makam Sunan Bejagung Lor.(Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Saat sudah banyak pemeluk ajaran Islam di Kerajaan Majapahit, dia bersama kakaknya Sayyid Maulana Ibrahim ditugaskan menyebarkannya di Tuban. Lantaran, saat itu Tuban memiliki pelabuhan terbesar di Pulau Jawa. Jadi ajaran Islam sulit berkembang karena banyaknya pendatang dari berbagai negara, salah satunya China.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Ukiran kayu jati yang diyakini umurnya ratusan tahun, bukti peninggalan Kerajaan Majapahit. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

“Mbah Modin Asy’ary dan Mbah Asmoroqondi ditugaskan secara khusus untuk menyebarkan ajaran agama Islam di sini. Tahu sendiri sejarah dulu mencatatkan kalau Tuban merupakan pelabuhan terbesar kala itu,” ceritanya.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Peziarah di kompleks Makam Sunan Bejagung Lor di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Berdasarkan sejumlah literatur, bukti peninggalan di sekitar kompleks makam setempat. Sunan Bejagung Lor dipercaya sebagai generasi pertama wali penyebar agama Islam di Pulau Jawa pada tahun 1.300-an Masehi.

Sunan Bejagung Lor. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Keaslian ukiran kayu jati yang ditunjukkan juru kunci. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Hingga kini, makam Sunan Bejagung Lor selalu menjadi jujugan para peziarah, baik dari dalam maupun luar Tuban. Sementara itu, kompleks makam ini merupakan salah satu cagar budaya warisan kerajaan Islam. Usia tertua bangunan cagar budaya di sini berdiri sejak 1300-an, sementara sebagian bangunan didirikan pada 1700-an.

“Di sini ada delapan situs bersejarah. Selain gapura yang masih menggambarkan era perkembangan kerajaan Islam, ada pula cungkup makam, pendapa penadzaran, dan lain-lainnya,” ujarnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan