• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mengenal Anosmia dan Dysgeusia, Gejala yang Kerap Mengiringi Pasien COVID-19

Ilustrasi seseorang mengendus harum bunga. (Foto: Pixabay)

Mengenal Anosmia dan Dysgeusia, Gejala yang Kerap Mengiringi Pasien Corona

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam pengertiannya, anosmia adalah hilangnya kemampuan seseorang untuk mencium bau. Sedangkan dysgeusia adalah hilanganya kemampuan mengecap. Dan kini, keduanya kerap kali menjadi gejala yang mengiringi pasien yang terinfeksi oleh virus corona atau COVID-19.

Mengapa hal itu terjadi pada pasien corona? Menurut dr. Rosydiah Rahmawati, Sp.THTKL,  penyebab anosmia ini bervariasi. Mulai dari infeksi virus, bakteri, alergi, kelinan dari bentuk rongga hidung, hingga kelainan saraf tulang hidung.

You might also like

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

20/07/2026 2:02 PM
Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM

Rosi mengungkapkan, di Italia misalnya, sebanyak 64 persen pasien yang terinfeksi COVID-19 mengalami anosmia, sementara di Korea sebanyak 30 persen pasien mengalami hal yang sama.

“Kalau di Surabaya sendiri kita lagi mengumpulkan datanya, jadi masih belum final. Kalau praktik pribadi, setiap hari kasus tersebut (anosmia) tambah banyak. Beberapa pasien saya yang mengalami gejala tersebut dan melakukan rapid tes, hasilnya juga menunjukkan reaktif,” ungkap Rosi ketika dihubungi Basra, partner Tugu Jatim, Selasa (29/9).

Staf medis THTKL RSUD Dr. Soetomo Surabaya ini menjelaskan virus COVID-19 dapat masuk melalui hidung dan tenggorokan. Dimana ketika virus tersebut bermukosa di hidung bagian atas dan cocok, maka virus dapat mengganggu indra penciuman.

Untuk mengatasi hal itu, Rosi menuturkan jika Kekuatan dari daya tahan menjadi salah satu obat mujarab agar dapat sehat kembali.

“Kalau imunitas baik, banyak minum vitamin, bisa menjaga diri dan bisa isolasi mandiri biasanya cepat sembuh. Kalau tidak ya bisa ke dokter THT agar diberikan obat semprot hidung untuk mengurangi inflamasi virus di mukosa,” ucapnya.

Sementara untuk mengatasi dysgeusia atau hilanganya kemampuan indra pengecap seseorang untuk merasakan sesuatu, biasanya para dokter akan memberikan vitamin untuk mengembalikan daya imun tubuh.

“Karena kemungkinan ada infeksi virus. Biasanya kita kasih vitamin, kalau ada gejala lain baru kita kasih anti virus,” kata Rosi.

Tak lupa, selain mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, Rosi juga membagikan tips agar terhindar dari anosmia dan dysgeusia.

“Saya menyarankan orang-orang yang beraktivitas di luar untuk mencuci hidung. Misal setelah keluar rumah, masuk ke dalam rumah lepas masker kalau bisa cuci hidunya. Dengan cuci hidung virus itu bisa kalah,” pungkasnya. (Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya (Basra)

Tags: Coronacorona viruscovid-19Surabayavirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Pertanian di Malang.

Wamentan Sudaryono Dorong Modernisasi Pertanian di Malang, 50 Gapoktan Terima Bantuan Mesin Panen dan Olah Tanah

by Dwi Linda
20/07/2026 2:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian. Upaya memajukan pertanian di...

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Next Post
Sejarawan dan arkeolog Malang, Dwi Cahyono saat meninjau temuan situs purbakala diduga dari masa Kerajaan Singosari di Dusun Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa) tugu jatim sejarah malang

Situs Purbakala Ditemukan di Malang, Diduga dari Masa Kerajaan Singosari

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID