Mengulas Film ‘Generasi 90an: Melankolia’ - Tugujatim.id

Mengulas Film ‘Generasi 90an: Melankolia’

  • Bagikan
Generasi 90an: Melankolia. (Foto: Visinema Pictures)
Generasi 90an: Melankolia. (Foto: Visinema Pictures)

Tugujatim.id – Sempat dijadwalkan tayang pada 9 April lalu, akhirnya film Generasi 90an: Melankolia resmi rilis pada Kamis (24/12) di bioskop seluruh Indonesia. Film yang diadaptasi dari buku berjudul ‘Generasi 90an’ karya Marchella FP dan disutradarai oleh M. Irfan Ramly ini sukses mendapat respon baik dari para penonton.

Seperti yang tertulis di judul filmnya, karya rumah produksi Visinema Pictures ini mengajak penonton seolah kembali ke era 90-an. Tema tahun 90-an yang sangat terlihat dalam sinematografi film ini dapat dirasakan oleh para penonton.

Baca Juga: Gawat, Kontaminasi Mikroplastik Sungai Brantas Sudah Terjadi Sejak dari Malang

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa tahun itu juga muncul di film Generasi 90an: Melankolia ini sebagai pengenalan. Seolah sejenak mengajak para penonton untuk mereka ulang suasana di masa itu. Sejumlah benda-benda kuno yang dikoleksi oleh keluarga Abby juga semakin menambah estetika tahun 90-an di film ini.

Terdapat tiga tokoh yang menjadi fokus jalannya cerita yaitu Abby (Ari Irham), Indah (Aghniny Haque), dan Sephia (Taskya Namya). Bersama ketiga tokoh ini, penonton disuguhkan sebuah cerita tentang pedihnya sakit akibat kehilangan seseorang yang dicintai.

Dinamika dan proses menghadapi lika-liku oleh keluarga yang ditinggal pergi menjadi poin utama dari alur cerita film ini.

Sinopsis

Film Generasi 90an: Melankolia mengisahkan sosok Abby sebagai seorang adik lelaki yang menjadikan kakak perempuannya, Indah sebagai role model dalam proses mencari jati diri. Selain Abby dan keluarganya, sutradara juga menghadirkan Sephia sebagai sahabat Indah yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Film pun mengalir dengan menampilkan keseharian sebuah keluarga yang bahagia tanpa ada masalah yang berarti.

Baca Juga: Kala Mahasiswa S3 Asal Blitar Produksi Arang untuk Bertahan di Masa Pandemi

Namun sayangnya, keseharian mereka yang dipenuhi dengan kehangatan keluarga ini harus berakhir ketika Indah menjadi korban jatuhnya pesawat terbang. Perginya sosok Indah yang dikenal membawa keceriaan dalam keluarga merupakan sebuah goncangan besar bagi Abby dan keluarganya. Abby pun tak bisa membendung kesedihan yang harus menghadapi kenyataan perginya sosok kakak yang ia sayangi.

Hal inilah yang membuat suasana film yang semula ceria dan penuh kedamaian menjadi muram dan kelabu. Kehadiran Sephia di dalam keluarga Abby juga membawa pengaruh tersendiri dari kehidupan Abby. Disini kamera seolah dialihkan kearah Sephia supaya penonton lebih memperhatikan keberadaannya.

Sephia berusaha mengembalikan keceriaan Abby yang semakin menghilang. Cerita romansa remaja, depresi, dan perjuangan untuk bangkit kembali menjadi warna selanjutnya yang diperkenalkan kepada penonton.

Secara garis besar, film Generasi 90an: Melankolia seolah memperlihatkan kepada kita sulitnya menerima kenyataan yang pahit. Bahkan ada penonton yang mengungkapkan jika film ini adalah gambaran dari kalimat, “Ikhlas mudah diucapkan namun sulit untuk dijalankan”.

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

Namun terlepas dari hal ini, melansir dari kincir.com, sutradara dan tim produksi film ini berusaha menyampaikan dua hal kepada penonton. Pertama, bahwa kebahagiaan dan kesedihan adalah bagian dari hidup dan kita harus siap menghadapi keduanya. Kedua, mengajak penonton untuk turut. berempati dengan keluarga korban kecelakaan pesawat. (Andita Eka W)

 

Referensi: kincir.com

  • Bagikan