Mengulik Jalan Panjang Timnas Belanda di Ajang Euro 2020

  • Bagikan
Dari kanan Davy Klassen, Frankie de Jong, Luuk de Jong, Martin De Roon usai memastikan lolos penyisihan grup di ajang Euro 2020. (Foto: Instagram/onsoranje)

Tugujatim.id – Beberapa tahun yang lalu, tim nasional Belanda, De Oranje dikenal sebagai salah satu tim dengan nama-nama top seperti Ruud Van Nestelroy, Wesley Sneijder, Robin Van Persie, sampai Arjen Robben. Namun, gilang-gemilang itu seolah terhenti setelah angkatan Robin Van Persie dkk mulai pensiun satu per satu.

Bahkan pada Pada Euro 2016 di Prancis, Timnas Belanda tidak berhasil lolos dan hanya menjadi penonton saja. Penurunan ini muncul setelah kegagalan Belanda dalam final Piala Dunia 2010 melawan Spanyol. Setelah itu pada Piala Dunia 2014 Brazil hanya menempati peringkat ketiga.

Selepas pulang dari Brazil, De Oranje yang kita kenal seolah-olah berubah semakin mengenaskan baik di Piala Dunia maupun Euro. Belanda harus melakukan transisi, karena putusnya generasi emas era Robin Van Persie.

Enam tahun berselang, satu persatu pemain-pemain Belanda mulai menunjukkan taringnya di Eropa. Muncul nama-nama seperti Virgil Van Dijk, Matthijs de Ligt, Stefan de Vrij, Frenkie de Jong, Donny van de Beek, Georginio Wijnaldum, dan Memphis Depay. Sayangnya, Virgil Van Dijk harus menerima kenyataan dirinya mengalami cedera dan terancam tidak bisa mengikuti gelaran Euro 2020.

Skuat muda asuhan Frank de Boer mulai menunjukkan kepercayaan dirinya di level internasional.

Hasilnya, Timnas Belanda berhasil berbicara banyak di di Grup C Euro 2020 dengan menjadi salah satu dari 3 tim pertama yang memastikan lolos ke fase 16 besar usai menundukkan perlawanan Austria.

Dalam pertandingan pertama pada Senin (14/06/2021), Belanda sempat kesulitan mengalahkan Ukraina, Mempis Depay yang diplot sebagai ujung tombak justru kesulitan membuat gol. Keunggulan Belanda yang dicetak oleh Georginio Wijnaldum pada menit 52′ dan Wout Weghorst pada menit 58′ disamakan oleh Andriy Yarmolenko pada menit 75′ dan Roman Yaremchuk pada menit 79′. Untung Denzel Dumfries menyelamatkan Belanda dari hasil imbang pada menit 85′.

Dalam pertandingan tersebut, Belanda menguasai jalannya pertandingan dengan 62 persen penguasaan bola, 89 persen akurasi umpan, 15 tendangan, dan 7 tendangan ke gawang. Sementara Ukraina hanya memiliki 38 persen penguasaan bola, 81 persen akurasi umpan, 7 tendangan, dan 5 tendangan ke gawang.

Dalam pertandingan kedua melawan Austria pada Jumat hari ini (18/06/2021), Belanda tampil meyakinkan dengan skor 2-0 oleh gol penalti Mempis Depay pada menit 11′ dan Denzel Dumfries pada menit 67′.

Belanda tampil efektif meskipun penguasaan bola dikuasai oleh Austria dengan 54 persen berbanding 46 persen. Akurasi umpan Belanda juga cuma 78 persen berbanding 82 persen milik Austria. Namun, tendangan Belanda unggul cukup jauh dengan 14 tendangan berbanding 9, dan 4 tendangan mengarah ke gawang sementara Austria hanya 1.

Dengan penampilan yang masih belum meyakinkan, banyak pihak masih meragukan kompetensi De Oranje yang didominasi oleh pemain muda. Konsistensi Belanda akan diuji oleh Makedonia Utara pada Senin (21/06/2021) mendatang.

  • Bagikan