• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Benteng Kedung Cowek.

Benteng Kedung Cowek di Kota Surabaya jadi saksi bisu pertempuran 10 November 1945. (Foto: Google Maps @Fajar Cahyono)

Mengulik Sejarah Benteng Kedung Cowek di Surabaya, Simak Daya Tarik Bangunan Berusia 100 Tahunan

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kamu tentu sudah mengenal sejarah pertempuran 10 November 1945 yang melatarbelakangi penetapan Hari Pahlawan. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa ada sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu dari peristiwa heroik tersebut? Namanya Benteng Kedung Cowek.

Benteng Kedung Cowek ini memiliki nilai sejarah tersendiri. Jika kamu belum banyak tahu soal bangunan ini, yuk simak penjelasan ini hingga detail.

You might also like

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

13/06/2026 11:41 AM
Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

13/06/2026 10:19 AM

Sejarah Benteng Kedung Cowek

Benteng Kedung Cowek didirikan pada 1900 berdasarkan cetak biru yang disetujui oleh Kapten Zeni J. C. Proper. Pembangunannya merupakan bagian dari sistem pertahanan Hindia Belanda yang membentang dari Surabaya hingga Gresik. Dengan luas mencapai sekitar 71.876 meter persegi, benteng ini menjadi yang paling besar di antara rangkaian benteng yang tersebar di sepanjang garis pantai.

Tapi, proses pembangunannya tidak berjalan tanpa hambatan. Kapten Proper sempat mengajukan cuti karena alasan kesehatan sehingga perannya sementara digantikan oleh Letnan Kuyper.

Baca Juga: Integrasi Coding dan AI dalam Kurikulum Pembelajaran Sebagai Langkah Strategis

Pada 1901, bentuk awal dari benteng ini mulai tampak. Pembangunannya disesuaikan dengan perkembangan teknologi militer masa itu. Pemerintah Hindia Belanda bahkan mengalokasikan dana hingga 5 juta Gulden untuk pengadaan meriam besar yang ditempatkan di sepanjang formasi benteng.

Meriam-meriam tersebut dirancang untuk menciptakan sistem artileri terintegrasi yang membentuk susunan baterai. Dengan penempatan strategis di sepanjang pantai, setiap meriam memiliki jarak tembak tertentu yang saling mendukung. Hal tersebut membuat benteng menjadi alat pertahanan yang kuat untuk menghadapi serangan asing meski pada akhirnya tidak sempat digunakan sebelum Jepang menguasai Nusantara pada 1942.

Peran Penting di Masa Perang

Ketika Jepang mengambil alih Benteng Kedung Cowek, mereka memanfaatkannya untuk memperkuat sistem pertahanan di sepanjang kawasan Laut Jawa dan Selat Madura. Tapi, keadaan berubah ketika Jepang menyerah pada 1945. Benteng Kedung Cowek pada akhirnya diambil alih oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Pasukan Sriwijaya, kelompok pemuda dari Sumatera yang bergabung dengan arek-arek Suroboyo.

Dalam Pertempuran 10 November 1945, Benteng Kedung Cowek menjadi pusat pertahanan melawan tentara sekutu yang ingin merebut kembali Surabaya. Pasukan Sriwijaya yang dipimpin oleh Jansen Rambe menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengoperasikan meriam yang sebelumnya digunakan Jepang. Sayangnya, banyak anggota pasukan ini yang gugur akibat bombardir dari udara dan laut.

Benteng Kedung Cowek bukan hanya simbol perjuangan, tetapi juga menjadi lokasi penting untuk menjalankan strategi militer yang krusial. Peran pentingnya membuat benteng ini menjadi saksi sejarah Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.

Daya Tarik yang Bisa Kamu Nikmati

Benteng Kedung Cowek tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang memukau. Ketika kamu mengunjungi tempat ini, kamu akan disuguhi pemandangan Jembatan Suramadu yang megah dan indah, terutama saat senja. Benteng Kedung Cowek juga menjadi lokasi favorit para pencinta fotografi dengan bangunannya yang otentik dan atmosfer vintage.

Selain itu, kawasan sekitar benteng yang rimbun dengan pepohonan dan tumbuhan liar menambah kesan alami. Benteng Kedung Cowek masih mempertahankan keasliannya tanpa renovasi besar yang mengubah struktur aslinya. Jadi, ketika kamu berjalan di sekitar benteng, kamu akan merasakan langsung aura masa lalu yang kuat.

Lokasi dan Cara Menuju Benteng Kedung Cowek

Benteng Kedung Cowek terletak di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, tidak jauh dari Gerbang Tol Jembatan Suramadu. Jika kamu berangkat dari Taman Bungkul, waktu tempuhnya sekitar 29 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Baca Juga: Pengasuh Panti Asuhan di Malang Cabuli Anak Asuh Kakak Beradik

Ada tiga rute utama yang bisa kamu pilih, yaitu melalui Jalan Sidotopo Wetan, Jalan Kapas Krampung, atau Jalan Kedung Cowek. Benteng Kedung Cowek cukup mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum sehingga cocok untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu akhir pekan dengan wisata sejarah.

Tiket Masuk dan Informasi Pengunjung

Anak-anak: Rp5.000 (rombongan: Rp 3.000/orang, minimal 20 anak)
Dewasa: Rp15.000 (rombongan: Rp 10.000/orang, minimal 20 orang)
Wisatawan asing: Rp20.000

Bangunan Cagar Budaya yang Harus Dijaga

Benteng Kedung Cowek resmi ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya pada 31 Oktober 2019 berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya. Penetapan tersebut dilakukan setelah penelitian dan uji material menunjukkan bahwa benteng ini telah berusia lebih dari 100 tahun.

Meski sempat terbengkalai, Benteng Kedung Cowek tetap berdiri tegak dan kokoh. Tembok beton yang tebal, bunker-bunker, dan sisa-sisa meriam menjadi bukti kekuatan konstruksi di masanya. Benteng ini merupakan aset sejarah yang harus dilestarikan, tidak hanya untuk mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif bagi generasi muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Benteng Kedung Cowek SurabayaBerita Kota Surabaya hari iniDestinasi wisata sejarah SurabayaKota Surabaya hari iniWisata sejarah di Kota Surabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Kuliner Khas Banyuwangi.

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Jadi Buruan Wisatawan, Kuliner Khas Banyuwangi Makin Populer

by Dwi Linda
13/06/2026 9:18 AM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki beragam destinasi wisata alam menarik, mulai dari Kawah Ijen,...

Lights Wonderland Malang

Lights Wonderland Malang Sulap GOR Ken Arok dengan 5 Juta Lampu, Jadi Wisata Malam Baru

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 4:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Festival cahaya Malang bertajuk Lights Wonderland Malang resmi hadir di kawasan GOR Ken Arok dengan menghadirkan sekitar...

Next Post
Bupati Jember

Hendy Siswanto Serahkan Bandara Notohadinegoro ke Pemprov Jatim, Begini Respons Calon Bupati Jember Terpilih

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID