Mengungkap Fakta Baru soal Tahun Kelahiran Persebaya Surabaya - Tugujatim.id

Mengungkap Fakta Baru soal Tahun Kelahiran Persebaya Surabaya

  • Bagikan
Persebaya Surabaya. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)
Mantan pemain sepak bola Blitar United Feri Widyatama ketika menjadi pembicara di acara diskusi yang diadakan Bonek Writer Forum, Senin (20/06/2022). (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id –  Mantan pemain sepak bola Blitar United menemukan fakta sejarah bahwa SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbalbond) cikal bakal dari Persebaya Surabaya sudah ada sejak 1923, bukan 1927. Tidak menutup kemungkinan, usianya lebih dari 95 tahun seperti yang ramai dirayakan para Bonek Mania pada Sabtu lalu (18/06/2022).

“Saya menemukan salah satu artikel terbitan November 1923, dari koran Sport Hindia yang saya temukan di Perpusnas Jakarta itu sudah menyebut SIVB. Berarti kan sudah ada sebelum 1927,” ujar mahasiswa lulusan strata-1 Universitas Negeri Surabaya ketika menjadi pembicara di acara diskusi yang diadakan Bonek Writer Forum, Senin (20/06/2022).

Dia mengatakan, SIVB merupakan klub bola pertama yang dibentuk oleh pribumi Surabaya. Kala itu dibentuk tim Bumi Putera untuk membuktikan bahwa masyarakat pribumi juga mampu bermain sepak bola. Sesuai AD ART tahun 1952, SIVB dipercaya lahir sejak 18 Juni 1927.

“Kalau AD ART kan sumber sekunder. Sedangkan artikel koran yang terbit di masa itu termasuk sumber primer,” ujarnya.

Selain itu, pria kelahiran 6 Maret 1994 ini juga mengemukakan bahwa dirinya menemukan artikel pembentukan SIVB baru pada tahun 1925.

“Artikel lain menyebut SIVB ‘baru’ dibentuk Tuan Soeroto. Sekaligus membubarkan SIVB lama yang sudah ada di tahun 1923 karena ada bersitegang antara klub internal SIVB lama Bumi Putera,” ungkapnya.

Feri yang menjuluki dirinya sebagai pengepul sejarah itu masih ingin melengkapi puzzle-puzzle pengetahuannya tentang sejarah Persebaya Surabaya.

“Untuk ke depannya, apakah temuan ini akan mengubah sejarah kelahiran Persebaya Surabaya atau tidak, itu terserah para dewan dan petinggi yang berwenang. Saya hanya akan menuliskan temuan ini ke dalam sebuah buku,” katanya.

Persebaya Surabaya. (Foto: Feri Widyatama/Tugu Jatim)
Penggalan berita Koran zaman Belanda. (Foto: Feri Widyatama)

Feri mengatakan, calon buku ketiganya ini akan segera dirilis dalam waktu dekat.

“Sebelumnya saya sudah menerbitkan buku VVB Solo Untuk Indonesia Merdeka dan Dinamika sepak bola di Semarang: Dari VIS sampai PSIS 1930–1942,” kata dia.

Feri ingin melengkapi pengetahuan terkait sejarah bola di setiap pembabakan sejarah sepak bola Indonesia.

“Untuk awal mungkin lebih fokus di pembabakan zaman kolonial tahun 1920–1943. Untuk menggali akar sejarah sepak bola di Surabaya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, sesuai hasil Kongres keputusan PSSI yang termuat dalam De Indische Courant edisi 20 Mei 1938, SIVB mulai berganti nama menjadi Persibaja (Persatoean Sepakraga Indonesia Soerabaja), karena seluruh bond (anggota) klub PSSI untuk tidak lagi diizinkan memakai nama berbau Belanda.

“Setelah Indonesia Merdeka pada 1960, akhirnya Persibaja mulai berganti jadi Persebaja,” tambah dia.

Sejak berdirinya, SIVB ber-home base di Lapangan Pasar Turi.

“Tapi sampai sekarang kami semua masih belum tahu persis lokasi lapangan Pasar Turi itu ada di mana. Ada yang bilang di bekas Pasar Turi PGS, ada yang bilang di Jalan Gresik,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan