• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Bagian depan Museum Singhasari di Kabupaten Malang. (Foto: Dokumen)

Menjelajah Museum Singhasari di Malang, Pengunjung Disuguhi Artefak hingga Koleksi Keris Bersejarah Zaman Kerajaan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang terkenal dengan Museum Singhasari yang menyimpan banyak sejarah. Bahkan, di sana Anda bisa belajar tentang sejarah dengan melihat langsung benda-benda kuno yang menjadi saksi peradaban nenek moyang kita. Seperti apakah Museum Singhasari yang terkenal itu?

Dengan melihat artefak, Anda bisa melihat bagaimana gambaran peristiwa-peristiwa yang terjadi ratusan tahun lalu secara nyata dan lebih dekat. Museum Singhasari yang menjadi salah satu tempat belajar sejarah ini terletak di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Museum ini berada di Perumahan Singhasari Residence, sekitar 3 kilometer dari Pasar Singosari.

You might also like

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

17/06/2026 11:17 PM
IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

17/06/2026 10:58 PM
Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Replika Arca Bhairawa di Museum Singhasari. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Ketika berkunjung ke sana, Anda akan melihat bagian depan Museum Singhasari yang berupa taman dan dilengkapi dengan patung Ken Dedes dan Ken Angrok, pemimpin Kerajaan Singhasari yang terkenal akan kisahnya.

Jalan setapak di taman tersebut mengarahkan pengunjung ke pendapa yang di bagian depannya “dijaga” oleh dua patung Dwarapala. Lalu di tengah pintu masuk pendapa, Anda akan menemui pintu Lingga-Yoni. Sedangkan di sisi kanan pendapa, ada selasar yang dindingnya berisi gambar ilustrasi tokoh-tokoh dari kidung Topeng Malangan yang berjudul Panji Magasmara.

Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Batu-batu yang menjadi bagian dari situs-situs bersejarah di Malang. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Turun ke bawah dari selasar, Anda akan menemui ruang pameran dengan koleksi-koleksi artefak dari berbagai zaman.

“Beberapa koleksi di sini ada yang asli, ada juga yang replika,” ujar pemandu Museum Singhasari Bagus Roseno saat mendampingi Tugu Malang, partner Tugu Jatim, saat menjelajahi museum pada Senin (07/03/2022).

Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Koleksi Topeng Malangan karya Mbah Karimun. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Dia mengatakan, salah satu koleksi replika di museum ini adalah Arca Bhairawa yang aslinya ada di Museum Leiden, Belanda.

“Kalau koleksi yang asli di museum ini ada batu-batu ini,” ucap Bagus sambil menunjukkan sekelompok batu berwarna merah bata dan kelabu yang berada di tengah-tengah ruangan.

Dia melanjutkan, batu-batu tersebut merupakan bagian dari situs-situs bersejarah yang ada di Malang. Salah satunya berasal dari situs Sekaran dan Watugede.

Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Diorama sejarah Kerajaan Singosari. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

Ada juga koleksi keris khas Singosari yang sebelumnya dimiliki kolektor keris asal Kecamatan Tumpang. Menariknya, dari tujuh buah keris yang dipamerkan, hanya satu yang asli.

“Dia (kolektor, red) bilang salah satu dari tujuh keris ini ada yang asli. Tapi, nggak dikasih tahu yang mana,” ujar Bagus.

Selain artefak dari masa kerajaan-kerajaan kuno, Museum Singhasari juga menyimpan koleksi topeng-topeng karya maestro Topeng Malangan Mbah Karimun.

Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Tokoh-tokoh dalam kidung Panji Margasmara. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

“Ini adalah topeng-topeng karya Mbah Karimun sebelum beliau wafat. Ada 72 topeng yang mewakili 72 karakter manusia. Tapi, nggak semuanya dipamerkan,” jelas Bagus.

Ada pula diorama atau sajian tiga dimensi dari kisah Ken Angrok saat merebut kekuasaan dan istri Akawu Tunggul Ametung. Diorama dibuat dengan apik dan mendetail sehingga pengunjung bisa langsung paham dan bisa membayangkan kejadian yang sebenarnya.

Dia menjelaskan, ke depannya museum ini akan lebih banyak menyajikan ilustrasi dan visualisasi sejarah dari kerajaan-kerajaan yang ada di Malang agar lebih menarik perhatian masyarakat.

Museum Singhasari. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Patung Ken Dedes di bagian depan museum. (Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Malang)

“Kami berencana membuat komik dan juga kilas balik sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari dalam bentuk foto. Jadi, kami cosplay seperti tokoh-tokoh kerajaan dan berfoto di tempat-tempat bersejarah,” tutur Bagus.

Museum Singhasari buka setiap hari Senin-Jumat. Namun, pengunjung bisa melakukan reservasi untuk berkunjung di hari Sabtu atau Minggu.

“Saat ini masih mengikuti jam kerja dinas. Tapi, ke depannya ada rencana hari Minggu buka,” kata Bagus.

Museum Singhasari tidak memiliki biaya masuk. Siapa saja boleh masuk dan melihat-lihat koleksi tanpa membayar sepeser pun.

Untuk menambah koleksi, museum ini bersedia membantu warga yang menemukan artefak. Penemuan bisa dilaporkan langsung ke museum atau bisa juga ke kepala dusun masing-masing. Setelah mendapat laporan, pihak museum nanti akan membantu penyelamatan benda bersejarah tersebut beserta administrasinya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniBerita wisata sejarah di Kabupaten MalangKabupaten MalangMuseum SinghasariMuseum Singhasari Kabupaten MalangWisata sejarah di Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

DPRD Kota Malang

DPRD Kota Malang Klaim Sudah Kirim Aspirasi Mahasiswa ke Pusat, Respons Tuntutan Penghentian MBG di Demo Rabu, Berbeda!

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 11:17 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – DPRD Kota Malang mengklaim telah meneruskan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam aksi #IndonesiaGawatDarurat pada 15 Juni 2026...

IJTI

Mohamad Mahrus Terpilih Aklamasi Pimpin IJTI Pantura Raya Periode 2026-2029

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 10:58 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Mohamad Mahrus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Pantura Raya periode 2026-2029...

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Next Post
Polresta Malang Kota. (Foto: Polresta Malang Kota/Tugu Jatim)

Tertib Berlalu Lintas, Polresta Malang Kota Hadiahi Helm pada Puluhan Relawan agar Aman Berkendara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID