Menjelang Idul Adha, Sekretaris PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Atasi Persoalan PMK

Menjelang Idul Adha, Sekretaris PP Muhammadiyah Desak Pemerintah Atasi Persoalan PMK

  • Bagikan
Ilustrasi pemeriksaan hewan oleh petugas medis kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban di pasar sapi Tuban.
Ilustrasi pemeriksaan hewan oleh petugas medis kesehatan hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban di pasar sapi Tuban. (Foto: Sumber Foto Dokumen)

TUBAN, Tugujatim.id – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak manjadi momok di Indonesia saat ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah tersebar di beberapa provinsi termasuk Jawa Timur.

Hal ini direspon oleh sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti.  Mengingat dalam dua bulan ke depan, umat Islam akan merayakan Idul Adha, maka hal ini harus segera dilakukan penanggulangan secara efektif dan tepat.

“Penularannya memang cukup cepat dan mengkhawatirkan. Jadi kami berharap pada pemerintah, khususnya kementerian pertanian untuk dapat segera mengambil langkah-langkah agar dapat mengatasi persoalan ini,” ujar sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, usai halalbihalal dengan pengurus Muhammadiyah Tuban, Minggu (15/5/2022).

Abdul Mu’ti menambahkan PMK menjadi persolam yang cukup serius. Sebab, ini sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah idul kurban. Syarat dari binatang kurban adalah sehat dan tidak cacat selain usia dari hewan kurban.

“Memang harus diikhtiarkan bersama-sama. Karena jarak antara hari ini dengan Idul Adha kan tidak terlalu jauh,” kata penulis buku Kristen Muhammadiyah: konvergensi muslim dan Kristen dalam pendidikan ini.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, saat memberikan sambutan dalam kegiatan halalbihalal dengan pengurus Muhammadiyah Tuban di Desa Leran Kulo, Kecamatan Palang, Tuban, Minggu (15/5/2022).
Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, saat memberikan sambutan dalam kegiatan halalbihalal dengan pengurus Muhammadiyah Tuban di Desa Leran Kulo, Kecamatan Palang, Tuban, Minggu (15/5/2022). (Foto: Dokumen)

Bahkan pihaknya khawatir terkait penyakit ini, sebab sempat ada kecurigaan ada yang sengaja berusaha menyebarkan virus itu. Jika virusnya terus berkembang dan tidak diatasi. Ujungnya akan menjadi alasan untuk kelompok tertentu untuk mengimpor sapi dari luar negeri dan ini yang tidak boleh terjadi.

“Tapi saya tidak mau mengikuti teori konspirasi ini,” terang Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Mu’ti juga menuturkan penyebaran virus PMK faktanya memang cukup tinggi dan terus meningkat. Ini harus segera diatasi. Sehingga umat Islam bisa beribadah dengan sebaik-baiknya dan kebutuhan hewan kurban bisa terpenuhi.

Sementara itu, dilansir di beberapa sumber, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, segera melakukan upaya penanggulangan virus ini yang berlaku secara nasional. Agenda pertama menurutnya adalah agenda temporary, yaitu dengan pengadaan vaksin, melakukan vaksinasi darurat dan pembatasan lalu lintas hewan serta produk hewan.

“Kami juga menyiapkan agenda SOS, seperti melakukan pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmasi positif PMK, pemberlakuan lockdown zona wabah pada tingkat kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP pencegahan dan pengendalian PMK,” ujarnya.

Agenda ketiga, lanjut Mentan yaitu agenda permanen, melalui pembuatan vaksin oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), vaksinasi masal dan surveilans secara rutin.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan