JEMBER, Tugujatim.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) tengah menyiapkan terobosan baru berupa skema rumah subsidi khusus untuk mahasiswa.
Inovasi ini bertujuan memberikan akses kepemilikan rumah bagi kalangan mahasiswa yang selama ini sulit terjangkau program perumahan konvensional. Melihat Kabupaten Jember memiliki beberapa kampus dan menjadi salah satu lokus mahasiswa di Jawa Timur.
Kemudahan Perizinan di Jember Dipuji Menteri
Dalam kunjungan kerjanya ke Jember, Menteri Maruarar mengapresiasi tinggi kepada Pemkab Jember atas berbagai kemudahan perizinan yang diberikan untuk sektor perumahan.
Ketiga kemudahan tersebut meliputi pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), gratis persetujuan bangunan gedung (PBG), serta proses perizinan yang cepat tanpa adanya pungutan liar.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Siap Salurkan 8.000 Unit Rumah Subsidi di Jember
“Saya terima kasih Pak Bupati Jember Muhammad Fawait, pertama BPHTB sudah gratis, kedua PBG gratis, ketiga izin dan saya mendengarkan laporan dari pengembangan cepat dan tidak ada pungli-pungli di Pemda Jember. Ini satu hal yang luar biasa,” ujar Menteri Maruarar.
Dia juga memuji visi kepemimpinan Gus Fawait yang dinilai memahami aspek makro, mikro, kondisi lapangan, hingga regulasi dengan baik.
Konsep Skema Rumah Khusus Mahasiswa
Menteri Maruarar mengungkapkan, ide inovatif untuk menciptakan skema pemilikan rumah yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa. Mengingat masa studi umumnya berlangsung empat hingga lima tahun, skema kredit perumahan konvensional yang minimal 10 tahun dinilai kurang sesuai.
“Bagaimana rumah kredit sekarang paling cepat kan 10 tahun. Misalnya ada skema over kredit atau misalnya bisa diperjualbelikan sudah 5 tahun. Nah, jadi sudah 5 tahun dia bisa diperjualbelikan. Misalnya sama kepada mahasiswa berikutnya,” jelasnya.
Menteri menginstruksikan kepada Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho yang merupakan alumni Universitas Jember untuk memikirkan terobosan skema tersebut. Konsep yang digagas meliputi beberapa aspek khusus:
- Desain khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
- Skema keuangan khusus dengan sistem yang fleksibel.
- Skema waktu khusus yang disesuaikan dengan masa studi.
- Legalitas over credit yang memungkinkan pengalihan kredit kepada mahasiswa berikutnya.
- Sistem sharing untuk kepemilikan bersama.
Komitmen Jember Tingkatkan Realisasi Perumahan
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan komitmen kuat untuk merealisasikannya. Saat ini, Pemkab Jember tengah menata Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan tetap menjaga lahan pertanian produktif.
“Kami tetap berkomitmen untuk menjaga lahan pertanian, tapi untuk lahan yang tidak subur, yang memang itu untuk perumahan, kita akan petakan dengan baik,” kata Gus Fawait.
Bupati menegaskan bahwa program prioritas presiden akan menjadi prioritas di Jember dengan target 8.000 unit rumah subsidi. Kebutuhan perumahan di Jember sangat tinggi, tidak hanya dari penduduk lokal tetapi juga dari pendatang dari luar daerah.
“Tadi ada niatan untuk membuat skema tersendiri untuk mahasiswa yang ada di Jember sehingga kita berani untuk realisasi tahun depan insyaa Allah akan jauh lebih besar,” tambahnya.
Capaian FLPP Nasional Capai 58 Persen
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho melaporkan bahwa realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga saat ini telah mencapai 203.154 unit atau sekitar 58 persen dari target 350.000 unit.
Dengan berbagai terobosan dan komitmen yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program perumahan khusus mahasiswa dapat segera terwujud dan memberikan solusi bagi kalangan mahasiswa yang membutuhkan hunian terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








