JEMBER, Tugujatim.id – Viral di media sosial, unggahan memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember yang dinilai sederhana oleh warganet. Pasalnya, di dalam kotak menu MBG di Jember yang setiap hari disalurkan ke siswa itu, terdiri dari satu lontong, satu sate, satu tempe, dan acar.
Kesederhanaan menu MBG di Jember ini pun menuai sorotan warga hingga viral di media sosial. Bahkan, tidak jarang warganet mempertanyakan kelayakan MBG yang diduga diproduksi salah satu di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Sumbersari.
Baca Juga: Banjir Terjang SPPG di Jember, Distribusi MBG Dihentikan Sementara
“Apakah layak MENU MBG seperti ini??? Coba ini kalau dihitung berapa ya??? MBG SUMBERSARI JLN. SRIWIJAYA,” dikutip Tugujatim.id dari unggahan Facebook Info Warga Jember Official pada Jumat (30/01/2026).
Sontak unggahan tersebut menuai beragam kritik dan pertanyaan dari pengguna media sosial. Khususnya terkait harga setiap lauk yang terdapat di dalam tempat makan yang terbuat dari stenlis itu.
“Lontong: 1000, Sate: 1000, Tempe: 500, Total: 3000 rupiah….,” tulis komentar akun Facebook Sohibul Mifa.
Warganet Soroti Anggaran SPPG untuk Operasional
Dengan menu yang dinilai tidak layak itu, warganet juga menyoroti anggaran dari pemerintah untuk per porsi MBG senilai Rp15.000. Dimana, dari biaya tersebut, SPPG menerima Rp5.000 untuk alokasi operasional dan sarana.
“10 ribu untuk belanja menu makanan. Kalau per SPPG dapat jatah 3.000 porsi, artinya 15juta/hari untuk SPPG. Ibarat orang jualan makanan sudah pasti laku dengan margin 50 persen dari belanja pokok. Apa ndak nyaman yang dapat proyek kerja samanya,” tulis komentar akun Kebun Rayya.
Bahkan dari unggahan tersebut memicu warga menceritakan pengalamanya saat menerima program yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut. Seperti akun bernama Husnul Khotimah yang menceritakan anaknya yang menerima MBG dengan kondisi yang tidak menyenangkan.
Baca Juga: DPRD Tuban Soroti Kasus MBG di Montong, Ingatkan Pengawasan Tak Boleh Longgar
Saat itu, anaknya menerima menu gado-gado, yang berisi beberapa item seperti telur, sayur, lontong, dan beberapa pelengkap seperti buah semangka. Kendati demikian, beberapa bahan dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
“Kemarin di sekolah anak saya dapat gado-gado katanya (telurnya bau, lontongnya bau, semangka dipotong dadu gak dibungkus), untung anak2 gak mau, rata2 gak mau, kalau mau dan kalau ada yang muntah2 mau bilang apa? Pasti bilang keracunan,” ungkap akun Facebook Husnul Khotimah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








