JEMBER, Tugujatim.id – Aktivitas produksi makanan bergizi gratis (MBG) di salah satu Satu Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jatim, terpaksa dihentikan. Pemberhentian aktivitas SPPG di Jember ini menyusul terendamnya fasilitas tersebut akibat banjir pada Kamis (29/01/2026).
Insiden yang menimpa SPPG di Jember ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut pada Rabu (28/01/2026). Banjir akibat meluapnya sistem drainase yang terletak persis di sebelah bangunan SPPG.
Baca Juga: SPPG di Montong Tuban Masih Beroperasi Meski Dugaan Terjadi Keracunan MBG
Menurut keterangan Danramil Sumbersari Kapten Infanteri Bambang Harianto, genangan air berasal dari sistem pembuangan yang kewalahan menampung volume hujan ekstrem. Lokasi dapur yang berdiri tepat di atas jalur irigasi menjadi salah satu faktor rentan terhadap limpasan dari sungai-sungai kecil dan lahan pertanian di sekelilingnya.
“Hujan semalam cukup ekstrem. Saluran-saluran kecil tidak mampu menahan debit air, akhirnya meluber ke area dapur yang ada di Jalan Semeru,” papar Bambang saat dikonfirmasi pada Kamis (29/01/2026).
Kondisi tergenang membuat seluruh kegiatan pengolahan makanan terhenti total. Bambang menegaskan bahwa penghentian ini bersifat preventif untuk melindungi kesehatan para penerima manfaat dari potensi kontaminasi.
“Kami putuskan untuk menghentikan operasi selama dua hingga tiga hari ke depan guna melakukan sanitasi menyeluruh,” ujarnya.
Pengelola Dapur Koordinasi dengan Instansi Penerima Manfaat
Langkah sanitasi ini dinilai krusial untuk memastikan seluruh peralatan masak dan ruang produksi kembali dalam kondisi higienis sebelum aktivitas dilanjutkan.
“Tidak boleh ada kompromi soal kebersihan. Risiko terbesar adalah dampaknya pada mutu dan keamanan pangan yang disajikan,” tambah Bambang.
Pihak pengelola dapur telah berkoordinasi dengan instansi penerima manfaat, termasuk sekolah-sekolah yang biasa menerima distribusi, untuk menginformasikan penundaan layanan sementara.
“Koordinator dapur sudah menginformasikan kepada semua pihak terkait bahwa layanan akan vakum selama proses dekontaminasi berlangsung,” jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa muspika setempat akan melakukan inspeksi langsung sebelum memberikan izin operasional kembali. Standar kebersihan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Tanpa jaminan sterilisasi sempurna, dapur tidak akan kami izinkan beroperasi. Prioritas kami adalah keselamatan konsumen,” tegasnya.
Baca Juga: BKPSDM Mojokerto Sebut Pengangkatan PPPK SPPG MBG Langsung dari Pusat
Dia menggarisbawahi perlunya evaluasi infrastruktur drainase di kawasan tersebut, khususnya di zona-zona kritis seperti area dekat ruang terbuka hijau guna mencegah pengulangan kejadian serupa di masa mendatang.
Di sisi lain, ketika awak media mendatangi lokasi untuk konfirmasi, Giono, petugas keamanan yang bertugas di area dapur, menolak memberikan pernyataan apa pun terkait kejadian tersebut.
“Maaf, untuk saat ini kami belum bisa memberikan komentar,” ucapnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








