MALANG, Tugujatim.id – Hiruk pikuk akhir pekan di Kayutangan Heritage Kota Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (2/12/2023), sedikit berbeda. Kehadiran Mi Band di sudut pedestrian Kayutangan Heritage itu membuat pengunjung terhibur dengan suguhan lagu budaya dan anak-anak.
Pantauan Tugujatim.id, aksi para punggawa Mi Band mampu memecah suasana Kayutangan Heritage dengan lantunan musik anak-anak. Seperti Yamko Rambe Yamko, Gemu Fa Mi Re, hingga Rek Ayo Rek. Bahkan, lantunan dari grup vokal cilik ini membuat para pengunjung yang lewat ikut berdansa dan menari.
Mi Band adalah sebuah grup vokal yang diisi oleh anak-anak dari SDN Bandulan 05 Kota Malang. Total ada 11 anak yang tergabung dalam grup ini. Dan yang menariknya lagi, grup vokal ini terbentuk dari latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan.
Seperti diketahui, sudah tidak asing lagi bahwa kursus atau les musik butuh biaya tak sedikit. Banyak keluarga dan anak dengan minat dan bakat di bidang musik akhirnya tak tersalurkan hanya karena biaya.
Beruntung ada sosok Yuke Oktaf Fery Kristiawan, salah satu wali murid di sekolah itu berinisiatif untuk mengumpulkan anak-anak ini di rumahnya. Yuke kemudian membimbing mereka satu per satu hingga terbentuklah grup vokal Mi Band ini pada 10 November 2022.
Hampir rata-rata anak yang tergabung di Mi Band ini berasal dari latar belakang keluarga tak mampu. Bahkan di antaranya adalah anak yatim. Kendati begitu, hal itu tidak menyurutkan anak-anak ini untuk tetap berkarya.
“Les musik itu kan mahal, tapi wali murid dan anak-anak ini ternyata semangat berkreasinya tinggi. Akhirnya dititipkanlah ke saya untuk dilatih. Dari yang gak punya basic vokal sekarang bisa jadi grup vokal seperti sekarang,” terang Yuke.
Yuke menerangkan bahwa awal pertama kali mereka dipercaya tampil di panggung besar yaitu saat diundang oleh Dinas Pariwisata dan Olahraga Kota Malang ke Stadion Gajayana Kota Malang, pada perayaan Hari Guru Nasional 2023.
Sejak itu, undangan demi undangan manggung mulai mampir, termasuk untuk tampil di kawasan Kayutangan Heritage. Ini sudah kali ketiga mereka diundang tampil. Dikenalnya nama Mi Band ini juga berkat komitmen dan kepedulian Mi Band terhadap eksistensi lagu-lagu anak yang mulai terkikis.
“Kami sangat prihatin melihat anak-anak zaman kini malah nyanyinya lagu-lagu dewasa. Tentu itu tidak sesuai dan berpengaruh dalam tumbuh kembang karakter anak. Saya harap, di Kayutangan Heritage ini bisa memberi ruang untuk musisi dan lagu anak lebih luas lagi,” kata Yuke.
Lebih lanjut, meski baru berdiri selama setahun, namun sejumlah prestasi sudah mendarat pada anak-anak Mi Band ini. Terakhir, mereka memborong juara satu, dua, dan tiga sekaligus di ajang Nusantara Bernyanyi. Bahkan, salah satu dari mereka juga pernah unjuk gigi di ajang Indonesia’s Got Talent.
“Target ke depannya, kita bisa tembus di ajang Indonesia’s Got Talent. Sebenarnya kita sudah ikut mulai tahun lalu, tapi masih belum lolos,” tandasnya.
Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti








