• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penulis, Alfian Herdiyanto/tugu jatim

Penulis, Alfian Herdiyanto. (Foto: Dokumen)

Mimpi, Wanita, dan Ekspektasi: Cerita Pemuda yang Pernah Gagal

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Jujur saja Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah kampus yang aku impikan sedari lama. Dimulai ketika aku meraih juara umum dalam suatu lomba di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Waktu itu guruku bertanya mengenai ke sekolah mana aku akan melanjutkan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seiring berjalannya obrolan semua terarah ke pertanyaan, “lalu kamu mau kuliah di mana?” Sontak aku terdiam karena belum berpikir sejauh itu.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

Beliau memberitahuku untuk mencari tahu tentang ITB. Akupun mulai browsing di internet. Ketika diketik “ITB” di mesin pencari langsung muncul di bagian atas jajaran alumni kampus ini.  Mereka kebanyakan adalah orang berpengaruh di negeri ini, salah satunya B.J. Habibie, teknokrat sekaligus mantan presiden Indonesia ke tiga.

Setelah hari itu aku bermimpin untuk duduk di bangku kuliah di kampus kebanggaan orang Bandung itu.

Setahun berlalu, aku menjalani masa SMA dengan ritme yang terbilang sulit. Lantaran niat belajar di jenjang ini tergerus oleh cinta dan asmara yang membutakan segalanya. Belajar tidak bisa fokus hingga tugas-tugas sekolahpun tak dapat dikerjakan dengan mulus.

Hari-hariku yang tidak wajar ini terus berjalan bagaikan lingkaran setan yang tak mau putus. Aku baru sadar saat ini betapa buruknya hari yang aku lalui saat  itu. Lalu ketika seleksi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) telah dibuka, nilai semester satu hingga lima tidak menunjukan bahwa aku telah sungguh-sungguh menghabiskan waktu di SMA untuk belajar. Nilainya tidak memuaskan.

Alhasil, pilihan untuk kuliah terasa berat karena nilaiku dan target nilai di ITB tidak sebanding. Aku merasa mimpiku mustahil bisa diwujudkan. Akhirnya, pilihan jatuh pada kampus selain ITB karena memang nilaiku tak cukup.

Setelah hari itu,  aku bertekat menjauhi wanita dan memilih fokus mengejar ITB lagi di SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi negeri). Tekadku teras begitu kuat serta semangat yang pernah terpendam kuikrarkan kembali.

Namun lagi-lagi di penghujung jalan takdir berkata lain. Aku tidak diterima di kampus manapun dan hanya diterima di kampus swasta.

Aku tidak menyerah dengan keadaan, aku memutuskan mengambil jalan “gap year” pada SBMPTN tahun depannya. Ini adalah pilihan terakhir agar aku bisa belajar di kampus impian. Hariku menjadi semakin berat, cemoohan, direndahkan dan penghinaan datang bertubi-tubi.

Ingin rasanya aku menyerah pada keadaan dan mengubur mimpi, namun tekad dan semangat tetap  membawaku untuk terus maju melangkah. Tibalah hari itu, di mana aku harus menerima bahwa mimpi tak harus sama dengan ekspektasi.

Perjuanganku setahun tidak bisa mengantarkanku ke gerbang ganesha. Pada lembar pengumuman aku diterima di Fisika IPB, bukan ITB.

Dengan hati berat aku terima semua kenyataan ini, tanpa kusadari aku telah menemukan “Oase” di sini, di kampus IPB. Aku memulai semuanya dengan membangkitkan semangat juang yang tinggi dan tekad dalam diri.

Aku gantungkan harapan yang tinggi di kampus Pertanian ini, agar kelak apa yang kutargetkan bisa tercapai. Inilah aku Alfian Herdiyanto mahasiswa Fisika Institut Pertanian Bogor (IPB). Semoga aku bisa menjadi harapan untuk kemajuan bangsa ini suat saat nanti.

Tags: EkspektasiIPBITBkuliahmimpiPemuda
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Wakapolres Malang Kompol Himawan Setiawan memakaikan masker kepada pedagang nasi goreng saat patroli malam, Jumat (23/07/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

Polres Malang Patroli Malam, Temukan Pedagang Tak Bermasker hingga Bagikan 200 Paket Sembako

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID