Mulai Hari Ini, MPLS Siswa SMP di Bojonegoro via Online

  • Bagikan
Ilustrasi MPLS siswa via online. (Foto:Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi MPLS siswa via online. (Foto: Pexels)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Adanya pandemi Covid-19 yang belum berakhir ditambah diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali, membuat pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk siswa tahun ajaran baru 2021/2022 dilaksanakan secara online. Salah satunya termasuk siswa-siswi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro menerapkannya kepada lebih dari 11.000 siswa baru yang memasuki jenjang SMP di Kabupaten Bojonegoro.

“MPLS sudah mulai kami laksanakan mulai hari ini (12-14/07/2021). Semuanya via online,” ujar Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (12/07/2021).

Lasiran mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan. Sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk membuka kembali sekolah tatap muka terbatas pada Juli, tapi karena adanya PPKM Darurat, rencana tersebut ditunda dan akan dilakukan evaluasi lanjutan.

Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

“Minimal (pembelajaran online) dilakukan sampai 20 Juli dan akan kami evaluasi untuk langkah selanjutnya,” jelas Lasiran.

Dia mengatakan, untuk ketentuan MPLS dilaksanakan oleh seluruh siswa di rumahnya masing-masing dengan sistem online. Lasiran melanjutkan, untuk guru melaksanakan work from office (WFO) sebanyak 50 persen dan 50 persen work from home (WFH).

Untuk pemberian materi MPLS secara umum meliputi pengenalan lingkungan sekolah, profil kepala sekolah, profil guru, organisasi intra sekolah (OSIS), ekstrakurikuler, peraturan sekolah, tata tertib, dan cara belajar efektif.

“Semua dikemas secara online, baik melalui Zoom, video, maupun modul,” tutur Lasiran.

Meski demikian, Lasiran berharap semua pihak terkait tetap optimistis dalam melakukan pembelajaran siswa tanpa mengurangi semangat mereka untuk belajar serta bisa memutus rantai penularan Covid-19.

“Meski di tengah pandemi, semua komponen pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah harus tetap optimistis. Dengan cara bergotong royong, kami bisa melaksanakan pembelajaran pada siswa dan memutus mata rantai Covid-19 dengan disiplin prokes serta lebih baik di rumah,” harapnya.

  • Bagikan