• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Skripsi.

Ilustrasi Universitas Brawijaya.(Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Nadiem Makarim Tak Wajibkan Skripsi, Ini Respons Universitas Brawijaya dan Kampus UM

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan baru terkait program merdeka belajar. Terbaru terkait mahasiswa tidak lagi wajib menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir bagi S1 dan D4.

Atas kebijakan itu, beberapa kampus negeri dan swasta di Malang memberikan respons. Salah satunya Universitas Brawijaya (UB) melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Ir Imam Santoso MP menyatakan setuju dan memastikan banyak pilihan tugas akhir yang bisa dilakukan oleh setiap mahasiswa di penghujung akhir kuliah.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Dia mengatakan, kebijakan tentang tugas akhir juga sudah diatur dalam Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

“Ada prototipe selain skripsi, seperti proyek atau bentuk lain yang dianggap jadi pilihan tepat untuk setiap program studi. Ini akan dibahas dan ditindaklanjuti pelaksanaan tugas akhir dengan berbagai skema yang sesuai sehingga memenuhi capaian kompetensi lulusan,” kata Imam, Kamis (31/08/2023).

Universitas Brawijaya sendiri, dia mengatakan, sejatinya telah menerapkan kebijakan itu sejak lama. Namun, penerapan itu masih belum menyeluruh ke seluruh program studi.

Menurut Imam, kebijakan tugas akhir diserahkan kepada setiap fakultas masing-masing, ada yang berupa rekognisi terhadap prestasi kompetisi ilmiah atau karya lainnya.

“Kalau terkait itu (tugas akhir dan skripsi) diserahkan kepada masing-masing fakultas. Di beberapa fakultas, bentuknya bisa berupa rekognisi terhadap prestasi kompetisi ilmiah, magang, karya kewirausahaan, termasuk skripsi juga,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Hariyono MPd mengatakan, UM telah menjalankan kebijakan tidak wajib skripsi sejak 2017. Kampus UM, dia mengatakan, menjalankan kurikulum berbasis kehidupan, di mana mahasiswanya belajar untuk kehidupan dan beragam bentuk. Karena itu, mereka tidak harus melakukannya secara individu.

“Sudah menjalankan itu sejak lama, contohnya ada mahasiswa yang nulis di jurnal bereputasi. Maka dia sudah nggak perlu nulis skripsi lagi. Dari jurnalnya itu bisa kami uji. Ada juga mahasiswa UM yang memenangkan karya ilmiah di level nasional, itu sudah kami akui dan tidak perlu skripsi,” tuturnya.

Bagi UM, dia mengatakan, kebijakan yang diambil oleh Menteri Nadiem Makarim bakal menjadi penopang yang lebih kuat untuk pelaksanaan di lapangan. Di sisi lain, UM juga memastikan kebijakan tersebut sudah diimplementasikan secara merata di seluruh fakultas atau prodi.

“Hampir semua fakultas sudah kami terapkan. Di fakultas sastra sudah, ilmu pendidikan sudah, teknik, MIPA sudah. Bahkan di fakultas olahraga, ada anak yang juara di SEA Games dapat medali perak, itu kami hargai dan hasil itu sudah setara dengan skripsi,” katanya.

Meski kebijakan itu sudah terlaksana, pihaknya juga tetap menjalankan program skripsi sebagai tugas akhir di UM. Setiap mahasiswa UM bisa bebas memilih untuk penyelesaian proyek akhirnya, apakah melalui skripsi, prototipe, atau karya lainnya.

“Itu opsi bagi setiap mahasiswa ya. Jadi, mahasiswa punya banyak pilihan,” ujarnya.

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aturan skripsi KemendikbudristekAturan skripsi mahasiswaBerita Kota Malang hari iniKota Malang hari iniSkripsi mahasiswaSkripsi mahasiswa dihapusSkripsi mahasiswa tidak wajib
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Jurnalis Tuban-Bojonegoro.

Workshop SIG GhoPO, Puluhan Jurnalis Tuban-Bojonegoro Diajari Tips Jaga Relasi dengan Mitra

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID