Natuna, Kekayaan Perairan yang Sering Dimasuki Kapal Asing

Natuna, Kekayaan Perairan yang Sering Dimasuki Kapal Asing

  • Bagikan
Batu Sindhu, salah satu lokasi di Natuna./tugu jatim
Batu Sindhu, salah satu lokasi di Natuna. (Foto: SS Ayokenatuna.com)

Tugujatim.id – Perairan Natuna yang membentang dari Kepulauan Natuna hingga Kepulauan Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ternyata memiliki banyak potensi yang membuat negara asing ngotot memasukinya. Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksda S. Irawan, dikutip dari cnnindonesia.com, dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa ada ribuan kapal asing, termasuk milik Vietnam dan China yang mondar-mandir di perairan Natuna Utara dekat laut China Selatan.

Kemudian, pakar Hukum Laut Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, I Made Andi Arsana, juga mengatakan jika Cina tak berhenti mengklaim Natuna. Dilansir Tirto.id, dia bilang kawasan itu memang kaya dengan potensi sumber daya alam. Tak hanya wilayah lautan yang luas yakni mencapai 262.197,07 kilometer persegi. Tetapi juga memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial termasuk ikan. Berikut ulasannya.

1. Ikan Pelagis

Pernahkah Anda mendengar ikan Palagis? Kelompok ikan yang berada di lapisan permukaan air. Ikan Pelagis memiliki potensi yang cukup dominan di perairan Natuna. Contoh ikan ini adalah ikan tuna, cakalang, dan tongkol. Sedangkan ikan Pelagis ukuran yang kecil, misalnya ikan laying, teri, kembung, dan lainnya. Menurut data kkp.go.id, ada sekitar 163.343,8 ton pert tahun (62,25 persen) ikan tersebut yang belum dimanfaatkan.

2. Ikan Demersial

Selain kategori ikan Palagis, ada pula ikan yang hidup di atas atau dekat pemukaan laut (zona demersial) yakni ikan Demersial. Jenis ini berbeda dengan Pelagis. Ikan Demersial, dilansir Kompas.com, hanya mengandung sedikit minyak yaitu 1-4 persen massa tubuhnya. Ia termasuk ikan berdaging putih seperti ikan kakap merah atau bambangan, peperek, manyung, kurisi, kunira, bawal. Kementrian Kelautan dan Perairan (KKP) menjelaskan dalam kkp.go.id, bahwa di Kabupaten Natuna masih ada 119.209 ton per tahun (74,6 persen) ikan demersial yang belum dimanfaatkan.

3. Minyak dan Gas (Migas)

Di tengah pertumbuhan penduduk yang kian bertambah, kebutuhan energi nasional juga terus dibutuhkan. Hal ini tentu membuat Minyak  dan Gas alias Migas semakin sulit didapati. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dilansir dari databoks.co.id, bahwa Blok East Natuna mempunyai kandungan volume gas di tempat (Initial Gas in Place/IGIP) sebanyak 222 triliun kaki kubik (tcf), serta cadangan sebesar 46 tcf. Blok tersebut dikembangkan oleh Pertamina bersama ExxonMobil dan PTT Exploration and Production Plc (PTTEP) di dalam satu konsorsium.

  • Bagikan