Ngaji Bandongan, Tradisi Belajar Kitab di Ponpes Jamsaren Kediri saat Ramadhan - Tugujatim.id

Ngaji Bandongan, Tradisi Belajar Kitab di Ponpes Jamsaren Kediri saat Ramadhan

  • Bagikan
Ngaji Badongan. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Santri Pondok Pesantren Jamsaren Kediri saat mengikuti Ngaji Bandongan yang dimulai usai salat Subuh hingga sebelum Duhur pada Sabtu (09/04/2022). (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Setiap pondok pesantren pasti memiliki beragam tradisi unik saat Ramadhan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat keimanan saat berpuasa. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh para santri di Ponpes Jamsaren, Desa Mutih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, yang melakukan pembelajaran kitab dengan metode Ngaji Bandongan selama puasa.

Dengan kitab bertuliskan huruf Arab gundul di hadapannya, para santri fokus mendengarkan bacaan dari guru. Tangan mereka tak henti-hentinya menggoreskan tinta untuk mencatat arti dari kitab yang dibacakan.

Pengasuh Ponpes Jamsaren Kiai Munif Muhammad saat ditemui Tugu Jatim mengatakan, pembelajaran selama Ramadhan untuk santrinya hanya difokuskan untuk mengaji kitab. Sesuai tradisi sebelumnya, metode ngaji kitab yang dilakukan yaitu dengan sistem Ngaji Bandongan.

Kiai Munif menambahkan, kegiatan ngaji yang dilakukan di ponpesnya berjalan mulai pagi hingga malam hari. Pagi dimulai setelah salat Subuh hingga siang selepas Duhur, sedangkan untuk malam dimulai setelah salat Tarawih.

Ngaji Badongan. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Suasana santri saat mengikuti Ngaji Bandongan pada Sabtu (09/04/2022). (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

“Kalau bulan puasa di pondok kami tidak ada kegiatan untuk pengajaran sekolah umum, tapi hanya difokuskan untuk mengaji saja. Untuk waktunya, santri bisa memilih sendiri, kalau ikut malam ya siangnya bisa tidur dulu,” ungkapnya pada Sabtu (09/04/2022).

Dia juga mengungkapkan, Ngaji Bandongan merupakan tradisi yang sudah diwariskan sejak zaman Wali Songo. Yaitu metode yang diajarkan Sunan Ampel. Kiai berusia 65 tahun itu menjelaskan, metode pembelajaran ngaji kitab ini biasanya ditempuh dalam setahun. Namun, saat Ramadhan hanya ditempuh kurang dari 1 bulan puasa.

“Kalau yang biasanya mengedepankan pemahaman santri dan ditempuh 1-2 tahun. Tapi saat puasa hanya dibacakan, santri yang menyimpulkan. Namun sering kali guru tetap menjelaskan. Untuk kitab yang diajarkan biasanya, yaitu Ta’lim Muta’alim,” jelasnya saat membeberkan proses Ngaji Bandongan itu.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan