Ngaku sebagai Komisioner KPU di Tuban, Penipu Tawarkan Mobil Murah

Ngaku sebagai Komisioner KPU di Tuban, Penipu Tawarkan Mobil Murah

  • Bagikan
Ilustrasi penipuan/Pexels
Ilustrasi penipuan/Pexels

TUBAN, Tugujatim.id – Penipuan yang mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini pelaku mengaku sebagai Kasmuri, salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Tuban.

Kasmuri menceritakan, awal mula kejadian ini terjadi pada Jumat sore (19/02/2021), ada teman dekatnya yang dihubungi melalui WA dengan nomor yang menggunakan poto profil dan namanya.

Penipu mencatut nama pejabat Komisioner KPU di Tuban untuk melancarkan aksinya. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Akhirnya temannya itu mengonfirmasi ke dirinya apakah ganti nomor handphone atau WhatsApp? Mengetahui hal itu, pihaknya menyampaikan bahwa dia tidak memiliki nomor lain selain yang digunakan sehari-hari.

Beruntung aksi tersebut cepat diketahui oleh korban dan segera melakukan tindakan kepada teman dan koleganya agar tidak memercayai serta merespons banyak nomor yang mengaku dirinya.

“Iya benar, banyak nomor kolega dan teman saya yang dihubungi oleh nomor tersebut,” kata Kasmuri kepada Tugu Jatim lewat pesan singkatnya Minggu (21/02/2021).

Pesan melalui WA yang dikirim penipu kepada calon korbannya. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Pesan melalui WA yang dikirim penipu kepada calon korbannya. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Dia khawatir para kolega dan temannya menjadi korban penipuan. Karena itu, pria yang juga pernah menjadi aktivis HMI ini langsung memberitahukan dan mengklarifikasi kepada publik melalui media sosial yang dia punya agar tidak percaya atas modus penipuan ini.

“Modus penipuannya menawarkan mobil murah dan meminta KTP, KK, dan NPWP calon korbannya,” ungkapnya.

Penipu berpura-pura menjual mobil dengan harga murah kepada calon korbannya. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Penipu berpura-pura menjual mobil dengan harga murah kepada calon korbannya. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati ketika menerima penawaran atau permintaan sesuatu dari seseorang yang menggunakan nomor yang sekiranya mencurigakan seperti mengaku mengganti nomor atau bahkan menggunakan nomor yang telah  dibajak.

Sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik nomor yang dikenal agar terhindar dari tindak penipuan.

“Sampai hari ini belum ada laporan yang menyatakan menjadi korban penipuan itu,” ujarnya. (Mochamad Abdurrochim/ln)

  • Bagikan