Nurani Soyomukti Ceritakan Pengalamannya Nulis 5 Buku tentang Soekarno

Nurani Soyomukti Ceritakan Pengalamannya Nulis 5 Buku tentang Soekarno

  • Bagikan
Penulis buku Perempuan di Mata Soekarno, Nurani Soyomukti membedah pemikiran Bung Karno.
Penulis buku Perempuan di Mata Soekarno, Nurani Soyomukti membedah pemikiran Bung Karno. (Foto: Dani Kristian/Tugu Malang)

MALANG, Tugujatim.id – Nurani Soyomukti, aktivis sekaligus intelektual asal Kabupaten Trenggalek, menceritakan pengalamannya menulis 5 buku tengan Soekarno di acara Haul Bung Karno ke-52 di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang yang diinisiasi Tugu Media Group pada Kamis (30/6/2022).

Lima buku yang pernah ditulis Nurani, sapaan akrabnya, di antaranya Soekarno dan Nasakom, Perempuan di Mata Soekarno, Soekarno Visi Kebudayaan dan Revolusi Indonesia, Soekarno Otoriter? dan Soekarno dan Cina.

Dalam haul hybrid bertajuk “Merawat Pemikiran Bung Karno, Menapaki Jejak Perjuangan Putra Sang Fajar”, Nurani mengatakan awal mula dia menulis buku adalah karena diminta penerbit untuk menulis buku tentang Bung Karno.

Nurani Soyomukti saat menerima kenang-kenangan dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq.
Nurani Soyomukti saat menerima kenang-kenangan dari CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq. (Foto: Dani Kristian/Tugu Malang)

“Saat itu saya tidak punya memori cukup kuat tentang sejarah Seokarno sebagai bahan menulis. Akhirnya saya melakukan riset sekitar 4 bulan di perpustakaan. Saya kumpulkan bahan lewat koran, buku hingga website untuk menulis buku itu,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri .

Namun dalam proses pengumpulan data bahan penulisan buku itu, dia menemui pemikiran pemikiran Bung Karno yang menggetarkan jiwanya. Sebab sebelumnya, dia mengaku tak banyak mengenal sejarah tentang Bung Karno.

“Sejak saat itu saya langsung jatuh cinta pada Bung Karno, karena saat itu saya suka menulis tokoh tokoh luar negeri,” ucapnya.

Semakin mendalami sejarah Bung Karno, dia mengaku semakin terkejut dengan salah satu tokoh luar negeri yang dia kagumi ternyata sangat mengagumi sosok Bung Karno.

“Ternyata dia adalah sosok yang sangat kagumi Soekarno dalam bukunya,” ujarnya.

Menurutnya, Bung Karno saat menjadi presiden Indonesia sangat dikagumi tokoh tokoh dunia. Terlebih sosok Soekarno juga pernah menggagas gerakan Non Block sebagai front perjuangan perdamaian internasional.

“Saya melihat dia adalah sentimentil, dia selalu membawa perasaan dalam melihat berbagai hal. Mulai melihat perempuan, keindahan alam hingga melihat masyaraat dalam penjajahan. Itu yang membuat dia menjadi tokoh nomor 1 di Indonesia,” tandasnya.

Dalam acara itu juga hadir cucu Bung Karno sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, sebagai key note speaker secara virtual. Selain itu, Forkopimda Malang Raya, tokoh perguruan tinggi, pengamat sejarah hingga para mahasiswa di Malang juga turut hadir secara langsung dalam kegiatan itu.

Ucapan terimakasih kepada para sponsor: PT Foxstar International, Golden Playwood, OJK Malang. Didukung oleh: Grand Mercure Mirama, Perumda Tugu Tirta, Bus Bagong, Jawa Timur Park (JTP), BPJS Ketenagakerjaan

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan