• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Obat stunting. (Foto: DPRD Kota Batu/Tugu Jatim)

Rapat Kerja Komisi C DPRD Kota Batu bersama Dinas Kesehatan Kota Batu terkait persediaan obat-obatan di Gedung Obat Puskesmas Batu Tahun 2022 ini dipimpin Ketua Komisi C Khamim Tohari pada Kamis (04/08/2022). (Foto: DPRD Kota Batu)

Obat Stunting Setengah Miliar Rupiah Kedaluwarsa, DPRD Kota Batu: Alasan Klise Akibat Pandemi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Obat stunting di bawah naungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu pada 2022 kedaluwarsa. Obat senilai Rp508 juta itu kedaluwarsa karena tak terpakai akibat penurunan jumlah pasien saat pandemi Covid-19.

Menanggapi obat stunting yang kedaluwarsa itu, dewan mengatakan, alasan itu tak logis. Sebab, hal ini menunjukkan OPD itu tak punya terobosan inovatif selama mendistribusikan suplemen gizi anak remaja putri meski terhadang pandemi.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari pun menyampaikan kritik pedasnya. Dia menyayangkan atas pendistribusian tablet pemenuhan gizi yang tak maksimal.

“Ini menunjukkan dinkes tidak memiliki terobosan dalam menyalurkan tablet FE. Seharusnya kan ada perencanaan yang matang sehingga tidak sampai menghamburkan anggaran daerah untuk obat stunting,” tegas Khamim pada Kamis (04/08/2022).

Untuk diketahui, tablet FE memang dikhususkan bagi remaja putri berusia 12-18 tahun. Tablet ini merupakan suplemen zat besi yang penting bagi remaja putri yang bersiap menjadi calon ibu. Dengan pemenuhan gizi sejak dini, harapannya dapat menekan angka kasus stunting di daerah.

Menurut Khamim, alasan pandemi itu klise. Dia melanjutkan harusnya obat itu bisa disalurkan ke desa maupun karang taruna.

Obat stunting. (Foto: DPRD Kota Batu/Tugu Jatim)
Suasana Rapat Kerja Komisi C DPRD Kota Batu bersama Dinas Kesehatan Kota Batu di Gedung Obat Puskesmas Batu Tahun 2022, Kamis (04/08/2022). (Foto: DPRD Kota Batu)

”Oke, sekolahnya libur. Tapi, kan dinkes punya jaringan kader kesehatan di tiap desa/kelurahan. Juga bisa lewat karang taruna. Saya pikir itu hanya alasan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Batu Kartika Trisulandari tak bisa berkomentar banyak terkait masukan dari legislatif ini. Menurut dia, jumlah segitu dikatakannya masih wajar karena memang setiap tahunnya hampir selalu ada obat kedaluwarsa.

”Hanya saja memang selama pandemi kemarin kami kesulitan mendistribusikannya. Petugas kami terbatas dan konsentrasi penuh untuk penanganan Covid-19 dan vaksinasi,” papar Kartika.

Kartika juga merincikan data akumulasi obat-obat kedaluwarsa di 5 puskesmas di Kota Batu. Rinciannya, Puskesmas Batu ada 116 jenis obat senilai Rp31 juta, Puskesmas Beji (40 jenis senilai Rp22 juta), Puskesmas Bumiaji (38 jenis senilai Rp17,3 juta), dan Puskesmas Sisir (45 jenis senilai Rp14 juta).

Paling banyak berada di gudang farmasi kota (GFK) dengan 48 jenis obat senilai Rp373,7 juta. Secara keseluruhan nilai obat stunting kedaluwarsa mencapai Rp508 juta. Obat-obat tersebut rencananya akan dimusnahkan tahun ini bekerja sama dengan pihak ketiga di Mojokerto.

Kartika mengatakan, kali ini bobot obat yang akan dimusnahkan mencapai 1 kuintal. Biasanya, rata-rata per tahun hanya berkisar antara 50-70 kilogram.

“Tahun ini bobotnya bertambah sekitar dua kali lipat. Biaya pemusnahan Rp35 ribu per kilogram. Realisasinya masih menunggu SK Wali Kota Batu,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Dinkes Kota Batu hari iniKomisi C DPRD Kota Batu kritik obat kedaluwarsaKota Batu hari iniObat kedaluwarsaObat kedaluwarsa akibat pandemi CovidObat kedaluwarsa Dinkes Kota BatuObat stunting kedaluwarsaObat stunting kedaluwarsa di Kota Batu
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Warga Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Ngaku Tak Pernah Daftar, Sejumlah Warga Tuban Dicatut Jadi Anggota Parpol

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID