OJK Malang Dorong UMKM Berkembang dengan Bantuan Program KUR - Tugujatim.id

OJK Malang Dorong UMKM Berkembang dengan Bantuan Program KUR

  • Bagikan
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menyampaikan materi di webinar series #5 yang digagas oleh Tugu Media Group bersama OJK Malang, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menyampaikan materi di webinar series #5 yang digagas oleh Tugu Media Group bersama OJK Malang, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi bisa menciptakan lapangan kerja yang luas. Tentunya, UMKM yang potensial perlu mendapatkan perhatian lebih dalam mengembangkan sektor usahanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berkolaborasi dengan Tugu Media Grup, Selasa (10/8/2021) ini kembali sukses menggelar webinar series literasi keuangan ke-5 yang mengulas dan memberikan solusi bagi UMKM yang hendak mengembangkan usahanya.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menyampaikan bahwa pemerintah telah hadir dengan mengucurkan anggaran besar demi pengembangan UMKM yang produktif. Salah satunya melalui pembiayaan modal kerja Kredit Usaha Rakyat (KUR).

UMKM Bisa Perluas Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi

Peserta webinar series #5 OJK Malang X Tugu Media Group, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Peserta webinar series #5 OJK Malang X Tugu Media Group, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Kami berharap melalui program KUR ini, UMKM nanti bisa naik kelas sehingga bisa memperluas lapangan pekerjaan. Di mana melalui KUR, pelaku usaha bisa meningkatkan kapasitas dan skala usahanya,” ujarnya dalam seminar yang digelar melalui Zoom Meeting, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, KUR memang disiapkan pemerintah sebagai fasilitas pembiayaan modal kerja maupun investasi pengembangan usaha bagi UMKM produktif yang ingin mengembangkan sektor usahanya.

“Maka masyarakat sebagai pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam modal usaha maupun yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan seperti KUR ini,” ucapnya.

Dalam menyongsong Hari Kemerdekaan RI yang bertepatan dengan masa pandemi ini, dia berpesan agar pelaku usaha UMKM bisa bangkit dan berdaya saing tinggi.

“Kita tidak tau kapan pandemi akan berakhir. Tapi kita tidak boleh putus asa. Maka kita harus bangkit dan berdaya saing dengan semangat Hari Kemerdekaan RI. Tunjukkan nasionalisme kita untuk menggeliatkan roda perekonomian bangsa,” tuturnya.

BRI Sediakan Rp 20 Triliun untuk Pengembangan UMKM

Manager Pemasaran Mikro BRI Kantor Cabang Malang, Gunawan Wibisono memaparkan materi KUR di webinar series #5, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Manager Pemasaran Mikro BRI Kantor Cabang Malang, Gunawan Wibisono memaparkan materi KUR di webinar series #5, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Sementara itu, Manager Pemasaran Mikro BRI Kantor Cabang Malang, Gunawan Wibisono mengatakan, anggaran yang dikucurkan Pemerintah Pusat untuk KUR di 2021 ini mencapai Rp 253 triliun.

Di mana, bank BRI dipercaya mendapat kuota pembiayaan modal untuk KUR ini sebesar Rp 170 triliun atau 67 persen. Sementara untuk bank BRI di Malang diberikan kuota sebesar Rp 20 triliun yang kini tersisa Rp 9 triliun.

“Sisanya per tanggal 6 Agustus 2021 tinggal Rp 9 triliun. Khusus Kantor Cabang BRI Malang Martadinata, kami diberikan kuota sebesar Rp 550 milyar. Dimana saat ini sisanya tinggal Rp 170 milyar,” paparnya.

Dijelaskan, per tanggal 31 Juli 2021 pihaknya mengaku telah merealisasikan program KUR kepada sekitar 37.549 debitur. Dengan rincian, 15.434 debitur berada disektor perdagangan dan 22.115 berada disektor produksi.

“Kenapa kami juga memilih sektor produksi, karena sektor ini akan menjadi cikal bakal pengembangan usaha yang bisa memberikan dampak perluasan lapangan kerja,” tuturnya.

Dikatakan, pihaknya juga telah memberikan pendampingan di 182 desa untuk pengembangan dan peningkatan kualitas produk setiap desa.

Menurutnya, penyaluran KUR diprioritaskan untuk mendorong sektor produktif yang ingin menambah modal kerjanya demi meningkatkan skala produksi atau penambahan omzet dari pelaku UMKM.

Ia menyatakan, bagi yang berminat untuk memanfaatkan KUR demi memajukan usahanya maupun pendampingan, hal tersebut bisa diakses melaui link http://bit.ly/Input_Data_Pengajuan.

Sektor usaha yang dibiayai antara lain yaitu pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi, pertambangan garam rakyat, pariwisata, jasa dan perdagangan.

Dalam kesempatannya, Gunawan juga menawarkan produk KUR yang disediakan bank BRI. Di antaranya, KUR Supermikro, KUR Mikro dan KUR Kecil. Disebutkan, untuk KUR Supermikro dikhusus untuk usaha yang baru berjalan selama 3 bulan dengan plafon hingga Rp 10 juta.

“Jika untuk peningkatan omzet, misalkan membutuhkan pembiayaan Rp 10 juta hingga Rp 50 juta maka bisa menggunakan KUR Mikro. Kemudian untuk pembiayaan diatas Rp 50 juta bisa menggunakan KUR Kecil,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki produk Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan dan Meninggal Dunia (AMKKM). Selain itu juga ada produk Asuransi Rumahku dan Asuransi Kerusakan Tempat Usaha.

“Dimana produk ini bisa meringankan beban pelaku usaha jika sewaktu waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pembiayaan kesehatan hingga pembiayaan kerusakan tempat usaha. Preminya cukup dilakukan sekali selama setahun. Mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu,” tutupnya.

  • Bagikan