OJK Malang Targetkan Penyaluran Kredit UMKM Tumbuh 7,5 Persen di Tahun 2022

OJK Malang Targetkan Penyaluran Kredit UMKM Tumbuh 7,5 Persen di Tahun 2022

  • Bagikan
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, dalam acara Webinar bertajuk 'Ekonomi Kota Malang Bangkit' pada Senin (4/4/2022).
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, dalam acara Webinar bertajuk 'Ekonomi Kota Malang Bangkit' pada Senin (4/4/2022). (Foto: Tangkapan Layar)

MALANG, Tugujatim.id – Pertumbuhan di sektor riil menjadi salah satu konsen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif (ekraf). Caranya, dengan pertumbuhan kredit hingga 7,5 persen ± 1 persen pada  tahun 2022.

Ini sebagaimana dikemukakan oleh Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, dalam acara Webinar bertajuk ‘Ekonomi Kota Malang Bangkit’. Gelaran dalam rangka Hari Peringatan Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Malang ini diinisiasi oleh Tugu Media Group yang membawahi dua media terverifikasi Dewan Pers Tugumalang.id dan Tugujatim.id bersama OJK Malang pada Senin (4/4/2022).

Mengambil tema ‘Kolaborasi, Akselerasi, dan Bangkit Bersama’, webinar ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan secara daring. Baik, perguruan tinggi, pengusaha, pendidik, pelaku usaha hingga perbankan.

Dalam kesempatannya, Sugiarto menjelaskan bahwa dana pihak ketiga ditargetkan bisa tumbuh 10 persen±1 persen. hingga Januari 2022. DPK perbankan di wilayah Kota Malang tercatat mencapai Rp 63,15 triliun atau tumbuh 7,23 persen secara tahunan dan 0,0002 persen (ytd).

Adapun penyaluran kredit di Kota Dingin ini sampai Januari 2022, mencapai Rp 20,84 triliun atau tumbuh 1,10 persen (yoy) dengan NPL 2,91 persen. Share kredit Kota Malang terhadap total kredit di wilayah kerja OJK Malang mencapai 28,75 persen.

“Tren pertumbuhan kredit dan penghimpunan DPK sampai Januari 2022 sudah menunjukkan tren yang positif,” kata dia.

Sugiarto memastikan bahwa lima sektor yang paling banyak mendapatkan kucuran kredit ialah perdagangan besar dan eceran dengan proporsi kredit 25,82 persen senilai Rp5,4 triliun.

Kemudian kepemilikan peralatan rumah tangga lainnya proporsi 16,83 persen dengan nilai Rp3,5 triliun. Pemilikan rumah tinggal dengan proporsi 16,03 persen dengan nilai kredit Rp3,3 triliun, industri pengolahan 12,72 persen dengan nilai Rp2,7 persen, dan konstruksi 8,54 persen dengan nilai kredit Rp1,8 triliun.

Dari sisi penggunaan, kata dia, yang menggembirakan sebagian besar justru diperuntukkan untuk modal kerja dengan proporsi 45,49 persen, sedangkan mengacu per jenis, sebagian besar didominasi non-UMKM, namun proporsinya sudah relatif tinggi, yakni 37,02 persen.

“Proporsi sudah lebih tinggi dan lebih cepat dari target Presiden yang menginginkan proporsi penyaluran kredit UMKM mencapai 30 persen pada 2024,” katanya.

Sebagai informasi, selain Sugiarto Kasmuri, Webinar bertajuk ‘Ekonomi Kota Malang Bangkit’ turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mulyono mewakili Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji; Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Samsun Hadi; dan Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya (UB), Dias Satria.

Webinar bertajuk ‘Ekonomi Kota Malang Bangkit’, digelar untuk menyemarakkan Hari Peringatan Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Malang bertema ‘Kolaborasi, Akselerasi, dan Bangkit Bersama’ pada 1 April 2022.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan